Netral English Netral Mandarin
11:53wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Pengamat: Konvensi Capres Ala NasDem Bisa Jadi Bumerang

Jumat, 18-Juni-2021 21:18

Lambang Partai NasDem
Foto : Istimewa
Lambang Partai NasDem
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai NasDem rencananya akan melaksanakan konvensi calon presiden (capres) pada 2022 untuk mencari tokoh yang akan diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Konvensi ini tidak akan melibatkan ketua umum partai politik.

Mengomentari hal itu, pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga menilai, keinginan NasDem akan melaksanakan konvensi tentu layak diapresiasi. Sebab, melalui konvensi proses pencalonan capres lebih transparan dan demokratis.

"Setiap anak bangsa diberi ruang seluas-luasnya ikut berkompetisi untuk mendapat tiket capres. Kompetisi terbuka ini memastikan calon yang terpilih benar-benar melalui seleksi ketat dengan melibatkan masyarakat," kata Jamaluddin melalui keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

"Jadi, masyarakat tahu kapasitas dan integritas calon yang terpilih dalam konvensi. Hal itu akan membantu pemilih nantinya dalam menentukan pilihannya saat Pilpres. Pemilih tidak lagi memilih capres seperti kucing dalam karung," sambungnya.

Namun, lanjut Jamaluddin, masalahnya calon yang terpilih belum tentu dapat diusung NasDem. Sebab, NasDem dengan perolehan suara pada Pileg 2019 hanya 9,05, tentunya tidak bisa sendiri mengusung capres. NasDem harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi ambang batas presiden.

"Untuk berkoalisi, Nasdem juga akan menghadapi kendala karena sudah menetapkan ketua umum partai politik tidak bolek ikut konvensi. Padahal, beberapa ketua umum partai politik seperti Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan Agus Harimurti Yodhoyono (AHY), juga disinyalir akan dicalonkan oleh partainya pada Pilpres 2024. Partai politik tersebut dengan sendirinya akan sulit berkoalisi dengan Nasdem," ujarnya.

"Demokrat dan PAN dengan tegas sudah menyatakan tidak akan ikut konvensi. Bahkan PKB memandangnya sebagai isapan jempol belaka," ungkap Jamaluddin.

Ditambahkannya, jika hasil konvensi akhirnya tak dapat diusung pada Pilpres 2024, maka akan dapat menjadi bumerang pada NasDem. Pasalnya, masyarakat bakal menganggap kalau konvesi capres yang dilakukan NasDem cuma sebuah spekulasi.

"Para calon yang ikut konvensi dan masyarakat luas akan menilai NasDem sebagai partai abal-abal yang penuh spekulasi. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap NasDem, yang tentunya berimplikasi pada Pileg dan Pilpres 2024," paparnya.

"Jadi, partai yang tidak memenuhi ambang batas presiden melaksanakan konvensi calon presiden tentu penuh resiko. Semoga NasDem menyadari hal itu," pungkas Jamaluddin. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli