Netral English Netral Mandarin
03:04wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Pengamat Nilai Pembentukan Pasukan Siber Bela Anies Sarat Kepentingan Politik

Jumat, 26-November-2021 14:40

Pengamat politik Jerry Massie
Foto : Istimewa
Pengamat politik Jerry Massie
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Jerry Massie menyorotirencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk tim pasukan siber (cyber army) untuk membela ulama dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari serangan buzzer di media sosial.

Jerry menilai, rencana pembentukan cyber army untuk bela Anies sarat dengan muatan politis, apalagi Anies digadang- gadang sebagai salah satu kandidat calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"Saya nilai kalau itu tujuannya mendukung calon tertentu maka ini erat kaitannnya dengan political interest atau kepentingan politik," kata Jerry kepada netralnews.com, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, tidak masalah jika pembentukan pasukan siber bertujuan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap salah.

Namun, lanjutnya, akan sangat keliru kalau cyber army dibentuk hanya sekedar untuk membela dan melindungi pejabat publik atau tokoh politik.

"Memang cyber army apa tujuannya? Kalau hanya sekadar membela itu keliru. Kalau ada kritikan untuk kebijakan yang salah tak masalah," ujar Jerry.

Lebih jauh, Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) ini mengingatkan agar MUI DKI tidak menyeret lembaga tersebut ke ranah politik praktis.

"Sebaiknya MUI masuk di ranah mencerdaskan umat bukan ke politik praktis yang ujung-ujungnya pembentukan ke logistik. Lembaga MUI yang mulia bisa tercoreng," pungkas Jerry.

Seperti diberitakan, MUI DKI Jakarta belakangan mendapat sorotan setelah menyampaikan rencana pembentukan cyber army untuk melawan buzzer media sosial.

Adapun rencana pembentukan cyber army itu dicetuskan dalam Rapat Koordinasi Bidang Infokom MUI se-DKI Jakarta pada Senin (11/10/2021).

Ketua Umum MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar menyampaikan harapannya agar Infokom MUI DKI memiliki cyber army untuk melawan buzzer yang telah menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam.

Munahar menjelaskan Infokom MUI DKI tidak sekadar bermain di atas mimbar. Dakwah dilakukan juga melalui melalui penyebaran berita dan informasi melalui kanal media sosial resmi miliki MUI DKI.

Selain melawan buzzer penyerang ulama, Munahar juga berharap agar cyber army  bisa membela dan membantu Anies Baswedan terkait pemberitaan.

"Beliau (Gubernur Anies) ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta," kata Munahar.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi