3
Netral English Netral Mandarin
21:10 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Pengamat: Pak Jokowi Layak Merespon Surat AHY, Undang ke Istana dan Makan Bersama

Rabu, 03-Februari-2021 12:15

Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 22 Mei 2019.
Foto : Youtube Sekretariat Presiden
Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 22 Mei 2019.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga mengomentari langkah Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan keterlibatan pejabat di lingkaran kekuasaan terdekat Presiden yang ingin mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat.

"Cara AHY menyampaikan permohonan klarifikasi kepada Jokowi sangat santun dan cenderung indirect. AHY tampak kental menggunakan kultur Jawa dalam menyampaikan adanya gangguan terhadap partainya, terutama terhadap dirinya sebagai ketua umum," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021). 

Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan AHY kepada Jokowi semata untuk meminta klarifikasi, tanpa bermaksud melibatkan Presiden dalam persoalan internal Partai Demokrat. AHY, disebutnya, hanya ingin menegaskan bahwa Jokowi bukanlah pemimpin yang suka mencampuri internal partai politik.

"Jadi, dengan komunikasi yang indirect, AHY sungguh-sungguh menghormati Presiden Jokowi dan menjaga marwah istana kepresidenan," ujar Jamiluddin. 

Ditambahkan Jamiluddin, cara AHY tidak menyebut nama orang dekat presiden yang diduga terlibat dalam mengkudeta ketua umum juga mencerminkan AHY menganut asas praduga tak bersalah.

Karena itu, Jamiluddin berpendapat bahwasungguh elok bila Presiden Jokowi juga merespon permohonan klarifikasi dengan mengundang AHY ke istana. 

"Melalui makan bersama di Istana, sebagaimana yang sering dilakukan Jokowi, tampaknya persoalan Partai Demokrat dapat diselesaikan dengan elegan," ungkapnya.

"Pertemuan itu sebaiknya dilaksanakan secepatnya, agar persoalan dugaan keterlibatan orang dekat Jokowi di internal Partai Demokrat tidak menjadi bola liar. Jangan sampai isu ini dimanfaatkan para petualang politik untuk membuat negeri ini menjadi gaduh," jelas Jamiluddin. 

Dengan cara itu, lanjut Jamiluddin, Presiden Jokowi memperlihatkan kepada khalayak luas, partai politik harus independent. Tidak boleh ada pihak-pihak yang mengintervensi partai politik, apalagi mengkudeta ketua umumnya.

"Kalau Jokowi melakukan hal itu, pastilah akan dikenang sebagai presiden yang sangat menghormati partai politik sebagai pilar demokrasi," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP