Netral English Netral Mandarin
22:15wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Pengamat: Partai Ummat Berpeluang Lolos ke Senayan, PAN Bisa Terdepak

Minggu, 02-Mei-2021 18:15

Pengamat Politik, Jamaluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat Politik, Jamaluddin Ritonga
4

 

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga memberikan pandangannya soal kehadiran Partai Ummat yang dinilai menjadi 'ancaman' bagi Partai Amanat Amanat Nasional (PAN) di Pileg 2024 mendatang.

Jamaluddin mengatakan, sebelum Partai Ummat dideklarasikan pada Kamis (29/4/2021), partai bentukan Amien Rais itu telah muncul di sejumlah lembaga survei. Sementara elektabilitas PAN justru merosot dalam beberapa survei terakhir.

"Kehadiran Partai Ummat memang memberi harapan bagi pendukungnya. Partai ini belum dideklarasikan saja elektabilitasnya sudah muncul di beberapa lembaga survei," kata Jamaluddin melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

"Berbeda halnya dengan PAN, hasil survei beberapa lembaga survei pada tahun 2021 ini justeru menunjukkan elektabilitasnya terus menurun," sambungnya.

Menurut Jamaluddin, kemungkinan turunnya elektabilitas PAN disebabkan pendukungnya banyak yang nyeberang ke Partai Ummat. Kemungkinan pendukung yang nyeberang itu dari kader Muhammadiyah.

"Suka tidak suka, eksistensi PAN selama ini karena mendapat dukungan dari kader Muhammadiyah. Dengan kehadiran Partai Ummat, dikhawatirkan kader Muhammadiyah meninggalkan PAN," ucap dia.

"Penyebabnya sederhana, kader Muhammadiyah lebih menokohkan dan mengidolakan Amien Rais daripada Zulkifli Hasan yang sekarang menjadi Ketua Umum PAN. Karena itu, logis kiranya kalau nantinya kader Muhammadiyah berduyun-duyun ke Partai Ummat," jelasnya.

Kalau itu terjadi, lanjut Jamaluddin, tentu peluang Partai Ummat masuk Senayan akan semakin besar. Sebab, kader Muhammdiyah jumlahnya cukup signifikan untuk mengantar Partai Ummat ke Senayan.

"Hal itu tentu akan membahayakan PAN pada tahun 2024 bila tetap mengandalkan basis suara dari Muhammadiyah. Dikhawatirkan PAN akan terdepak dari Senayan," ungkapnya.

"Agar hal itu tidak terjadi, PAN sebaiknya memperluas basis pemilihnya di luar kader Muhammadiyah. Waktu untuk itu masih cukup. Masalahnya apakah Zulkifli Hasan cukup mampu melebarkan basis suaranya hingga tahun 2014 ? Tentu kader PAN yang bisa menjawabnya," pungkasnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P