3
Netral English Netral Mandarin
14:34 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Pengamat: Peluang Moeldoko Menggusur AHY Nyaris Tertutup

Jumat, 12-Februari-2021 05:18

Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga
Foto : Pajak Online
Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga kembali mengomentari isu adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang menyeret nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Jamiluddin mengatakan, ada kekhawatiran Moeldoko dapat menggusur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB). Untuk mencegah hal itu, banyak pihak menyarankan AHY menggandeng mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Menurutnya, saran tersebut cocok bila Indonesia masih menganut paham otoriter. Pasalnya, di negara otoriter, kekuatan jabatan atau pangkat harus dilawan dengan kekuatan jabatan atau pangkat pula. Jenderal bintang empat harus dilawan jenderal bintang empat juga.

"Dengan kekuatan yang setimpal, nyali seseorang untuk menggusur orang lain akan kendor. Sebab, peluangnya untuk berhasil akan berkurang. Karena itu, keinginan menggusur orang lain akan diurungkan," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2/2021).

Namun, Jamiluddin menyebut, Indonesia saat ini sudah menganut demokrasi, di mana kekuatan untuk memenangkan pertarungan tidak ditentukan oleh banyaknya bintang dipundaknya, melainkan kekuatan basis massa pendukung akan lebih menentukan.

"Jadi, meskipun AHY hanya berpangkat mayor, namun bila ia didukung mayoritas kader Partai Demokrat, maka Moeldoko yang pernah berbintang empat tidak akan mampu menggusur AHY dari ketua umum Partai Demokrat," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Jamiluddin, AHY harus mampu menjaga soliditas dan dukungan dari Ketua DPC dan Ketua DPD. Sebab, mereka ini yang punya hak suara dalam pemilihan ketua umum, termasuk untuk meminta KLB. Kalau ini dapat dilakukan AHY, maka tidak mungkin terjadi KLB di Partai Demokrat.

"Infonya, mayoritas Ketua DPD dan Ketua DPC se-Indonesia solid mendukung AHY. Hal itu terlihat dari dukungan tertulis kesetiaan DPD dan DPC se Indonesia kepada AHY," ungkap Jamiluddin.

Selain itu, tambah Jamiluddin, para senior Partai Demokraf yang mendukung Moeldoko praktis sudah tidak mengakar di DPD dan DPC. Mereka ini tidak lagi punya pengaruh untuk mengajak DPD dan DPC menggusur AHY.

"Para senior hanya bisa berteriak melalui media massa dan media sosial. Mereka ini seperti menyiram air di gurun pasir yang tidak membekas," terangnya.

"Karena itu, celah untuk melakukan KLB tampaknya sudah tertutup. Karena itu, peluang Moeldoko menggusur AHY tampaknya Nyaris tertutup," pungkas Jamiluddin.

Sebelumnya, Moeldoko membantahisu yang menyebut dirinya hendak mengambil paksa kepemimpinan Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono.

"Kayaknya ini dagelan aja. lucu-lucuan, [bahwa] Moeldoko mau kudeta. Kudeta apaan yang mau dikudeta?" kata Moeldoko dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati