Netral English Netral Mandarin
19:48wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Pengamat Prediksi Prabowo Tetap Kalah di Pilpres 2024, Apalagi Berpasangan dengan Puan Maharani

Selasa, 31-Agustus-2021 07:27

Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga mengomentari niat Partai Gerindra untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

"Tentu hak Gerindra untuk mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2021," kata Jamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8/2021).

Menurutnya, ada dua hal yang membuat peluang Prabowo maju sebagai capres sangat besar, yakni jumlah kursi yang dimiliki Gerindra di DPR dan elektabilitas Prabowo sebagai capres berdasarkan hasil survei.

"Sebagai partai yang memiliki kursi terbanyak ketiga di Senayan, tentu peluang Prabowo maju sebagai capres sangat besar," ujar Jamaludin.

"Selain itu, elektabilitas Prabowo juga sangat tinggi. Prabowo selalu berada pada peringkat tiga besar, bahkan elektabilitasnya sering bertengger di peringkat pertama," sambungnya.

Dua hal itu, tambah Jamaluddin, tampaknya meyakinkan Partai Gerindra bahwa Prabowo akan menang pada Pilpres 2024.

"Apalagi pesaingnya Joko Widodo (Jokowi) sudah menjabat presiden dua periode sehingga tidak dapat maju lagi pada Pilpres 2024," ucap dia.

Namun, Jamaluddin menyebut perkiraan Gerindra itu bisa saja meleset. Sebab, para pendukung Jokowi selama dua kali Pilpres belum tentu beralih mendukung Prabowo.

"Para pendukung Jokowi bisa saja sejak awal memang tidak menghendaki Prabowo sebagai presiden. Karena itu,  para pendukung Jokowi kemungkinan akan memilih calon lain atau sebagian diantara mereka golput bila tidak ada capres yng dianggapnya layak," ujarnya.

Sementara para pendukung Prabowo pada Pilpres 2019, lanjutnya, banyak yang akan beralih ke capres lain karena kecewa dengan keputusan Prabowo masuk dalam pemerintahan Jokowi.

"Dipastikan akan banyak yang beralih ke capres lain atau memilih golput. Sebagian mereka ini kecewa kepada Prabowo yang memilih masuk kabinet Jokowi," ungkapnya.

"Jadi dukungan ke Prabowo tidak otomatis bertambah dengan tidak majunya Jokowi pada Pilpres 2024. Pendukungnya juga tidak akan semua memilihnya kembali pada Pilpres 2024," jelas Jamaluddin.

Karenanya, Jamaluddin memprediksi Prabowo akan kembali kalah di Pilpres mendatang. "Tidak menutup kemungkinan suara kepada Prabowo justeru akan berkurang. Hal inilah yang menjadi dasar kemungkinan Prabowo akan tetap kalah pada Pilpres 2024," terangnya.

Lebih jauh, Jamaluddin mengatakan peluang Prabowo menang memang masih terbuka bila ia dapat memilih calon wakil presiden (cawapres) yang pas.

Dalam hal ini ia berpendapat bahwa Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani bukanlah cawapres yang tepat mendampingi Prabowo.

"Pastinya bila ia (Prabowo) berpasangan dengan Puan Maharani peluang menang akan kecil," tutur Jamaluddin.

"Berbeda halnya bila ia berpasangan dengan Anies Baswedan atau Agus Harimurti Yudhoyono atau Ridwan Kamil atau Ganjar Prawono, tampaknya peluangnya masih terbuka. Hanya saja apakah mereka mau berpasangan dengan Prabowo yang sudah berulang kalah?" tutup Jamaluddin.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli