Netral English Netral Mandarin
02:48wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Pengamat Sebut Indonesia Perlu Panglima TNI yang Faham Media Sosial, Ini Alasannya

Rabu, 16-Juni-2021 11:12

Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib
Foto : Antara
Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai kandidat Panglima TNI sebaiknya paham dengan dinamika terbaru di masyarakat seperti media sosial. Ridlwan Habib di Jakarta, Rabu (16/6/2021)., mengatakan bursa kandidat pengganti Panglima TNI Hadi Tjahjanto mulai ramai diperbincangkan. Semua Kepala Staf berpeluang menjadi orang nomor satu di TNI. "Kandidat panglima yang paling jago di media sosial, ini bukan soal sepele tapi menunjukkan bagaimana pimpinan TNI paham rakyatnya," kata Ridlwan. Ridlwan mencontohkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa yang sangat aktif di Youtube. Saat ini bahkan akun resmi YouTube TNI Angkatan Darat diikuti oleh 1 juta lebih subscriber dan sudah ada 2.800 video yang semuanya dikemas dengan baik.Menurutnya dalam akun YouTube itu nampak sekali aktivitas Kasad Andika Perkasa yang tidak hanya membina prajuritnya tapi juga menyapa rakyat. "Ibu Hetty Andika juga sangat rajin blusukan ke daerah daerah dan membantu anggota yang kesusahan," kata dia. Ridlwan menjelaskan, kinerja harian Kasad bahkan bisa dinilai publik dari akun YouTube, publik bisa mengetahui kerja dan kinerja Kasad lewat informasi yang dibagikan di media sosial. "Tanpa mengurangi rasa hormat pada dua kepala staf yang lain, tapi Jendral Andhika yang paling kelihatan kinerjanya," ujar alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut. Selain itu, selama pandemi COVID-19, Kasad Andika juga sangat aktif berperan sebagai Wakil Ketua Penanganan COVID-19. Andika juga memastikan RSPAD siaga penuh dan mengirim dokter dokter TNI AD sebagai tenaga harian di rumah sakit darurat Wisma Atlet. Karena itu, Ridlwan menilai Presiden akan memilih Kasad Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. "Tentu Presiden akan memilih dengan pertimbangan yang terbaik," kata dia. Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu menambahkan dalam Perpres 66 tahun 2019 ada jabatan Wakil Panglima TNI. "Ini masih kosong. Bisa saja KSAL menjabat Wakil Panglima sesuai dengan peraturan itu," ujarnya. Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan genap berusia 58 tahun pada November 2021 mendatang, sehingga memasuki masa pensiun.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli