Netral English Netral Mandarin
20:28wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Pengamat: Tema Lomba Artikel BPIP Relevan dan Kontekstual

Senin, 16-Agustus-2021 16:00

Pengamat politik Karyono Wibowo.
Foto : Facebook
Pengamat politik Karyono Wibowo.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Karyono Wibowo menyampaikan pandangannya soal polemik lomba penulisan artikel bertema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam' yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Karyono menilai, pesan yang bisa ditangkap dari dua tema lomba penulisan artikel itu antara lain adalah memperkokoh nasionalisme. "Tujuannya untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta moderasi beragama," kata Karyono melalui keterangan tertulis, Minggu (15/8/2021).

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute itu menambahkan, tema Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam, justru tidak hanya kontekstual tapi juga relevan.

"Selain dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Santri, momentumnya juga bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 76. Esensinya, dua tema tersebut menggabungkan antara aspek keagamaan dengan kebangsaan," ujarnya.

Menurutnya, penyelenggara lomba dalam hal ini BPIP mungkin ingin mengetahui seberapa luas pandangan peserta dalam memahami relasi agama (islam) dengan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai konsensus nasional.

"Namun dalam konteks Lomba Penulisan Artikel ini cakupan pembahasannya dipersempit tentang hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya menurut hukum islam," terangnya.

"Dalam perspektif kebebasan akademik, tidak ada yang salah dari tema itu. Tetapi karena ada unsur politisasi yang massif dan sistematis isunya menjadi bergeser," jelas Karyono.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani