Netral English Netral Mandarin
21:26wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Pengembang Rumah Bersubsidi Tak Bisa Asal-asalan Lagi, Ada SiPetruk untuk Menilai Hasil Kerjanya

Rabu, 17-Maret-2021 23:45

Proyek perumahan bersubsidi di Kendal, Jawa Tengah.
Foto : Kementerian PUPR
Proyek perumahan bersubsidi di Kendal, Jawa Tengah.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rumah subsidi kerap dinilai sebagai bangunan dengan kualitas seadanya. Serinnya, pembeli bahkan harus merenovasi lagi agar rumah itu layak untuk ditempati.

Kini, anggapan itu sepertinya bakal segera berakhir setelah Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) menghadirkan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) sebagai syarat agar dana subsidi perumahan dicairkan.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, pihaknya akan menempatkan manajemen konstruksi untuk melaksanakan pengawasan terhadap pembangunan rumah bersubsidi yang digarap pengembang. Personel itu nantinya akan memberikan penilaian terhadap kualitas struktur.

Aplikasi itu nantinya ditanamkan fitur poin-poin yang akan dinilai berdasarkan bobotnya, sebagai contoh ukuran besi, ikatannya, dan tulangan beton. Kalau nilainya di bawah standar, perumahan itu tidak bakal dimasukkan ke dalam program rumah subsidi, tetapi rumah komersial.

Soal struktur tersebut pemerintah sangat tegas untuk melakukan pengawasan, termasuk untuk bangunan rumah sederhana. Pengalaman gempa di Lombok, misalnya, membuat 80 persen rumah subsidi rata dengan tanah menjadi pengalaman agar peristiwa itu tak terulang.

Setelah tim pengawas diterjunkan terhadap bangunan rumah subsidi itu ternyata hampir semua besi yang digunakan tidak ada ikatannya sama sekali. Belajar dari peristiwa itu pembangunan rumah subsidi harus ada monitoring karena di dalamnya terdapat anggaran (APBN).

Aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan perbankan untuk tidak dengan mudah mengucurkan kredit (kredit pemilikan rumah/apartemen) dan kredit konstruksi. Perlindungan terhadap konsumen pembeli rumah sangat penting di sini.

Aplikasi yang ditargetkan pada tahun 2021 sudah bisa diterapkan. Saat ini masih memasuki uji coba dan sosialisasi. Namun, mulai Juli pembeli rumah subsidi sudah bisa merasakan manfaatnya, setidaknya rumah yang dibeli tidak kalah dengan rumah komersial/nonsubsidi.

Penerapan aplikasi ini akan bekerja sama dengan Ditjen Bina Konstruksi, terutama terkait dengan tenaga pelaksana dan tenaga penilai di lapangan. Selain itu, untuk menjamin keamanan bangunan mulai dari fondasi sampai dengan finishing.

Sementara ini, sebagian besar rumah sederhana belum menerapkan struktur sesuai dengan standar. Sebagian besar masih banyak bermain pada bagian finishing. Demikian seperti dikutip dari Antara. 

Reporter :
Editor : Irawan HP