Netral English Netral Mandarin
03:14wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Pengembangan Benoa, Pemerintah Kucurkan Dana PMN Rp1,2 Triliun

Senin, 13-September-2021 03:00

Pelabuhan Benoa, Bali.
Foto : Pemkot Denpasar
Pelabuhan Benoa, Bali.
14

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) mendapat dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,2 triliun. 

PT Pelindo III sebagai pengelola dana akan menggunakannya untuk pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2, yang merupakan salah satu dari 16 paket pengembangan.

Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto menjelaskan, pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 merupakan lanjutan dari pekerjaan sebelumnya yang telah dikerjakan tahun 2019.

Dengan pengerukan alur dan kolam tahap 2 direncanakan berkedalaman alur dan kolam minus 12 Meter Low Water Spring (MLWS).

"Pengerukan alur dan kolam tahap ini areanya lebih luas, dan akan menjangkau hingga area pengembangan pelabuhan di sisi utara Pelabuhan Benoa saat ini, kedalaman akan merata hingga minus 12 MLWS," kata Boy, dalam siaran persnya, Minggu (12/9/2021).

Area yang akan dikeruk, kata dia, yakni kolam dermaga timur, kolam putar, alur pelayaran (pelebaran), kolam dermaga yacht club. Selanjutnya adalah kolam dermaga LNG, curah cair dan petikemas serta kolam dermaga selatan.

Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dilakukan kembali karena pada beberapa area kedalaman alur dan kolam masih belum merata. Kedalaman di area pengembangan pelabuhan misalnya, kedalaman saat ini berkisar antara minus 1-3 MLWS.

"Area pengembangan sisi utara Pelabuhan Benoa direncanakan untuk area peti kemas, curah cair, dan LNG yang terpisah dengan area wisata, sehingga membutuhkan kolam pelabuhan yang dalam, bisa diakses kapal tanker dengan panjang 180 meter dengan bobot 50.000 DeadWeight Tonnage (DWT)," ujarnya seperti dilansir Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP