Netral English Netral Mandarin
06:08 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Penggemar Serial The Crown, Begini Akhir Ceritanya di Netflix

Selasa, 08-December-2020 12:00

Serial The  Crown di Netflix.
Foto : Antara
Serial The Crown di Netflix.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Netflix mengatakan tidak memiliki rencana untuk menambahkan sebuah pernyataan bahwa serial "The Crown" adalah cerita fiksi.

"Kami selalu menampilkan 'The Crown' sebagai sebuah drama dan kami sangat yakin pelanggan kami memahami bahwa ini adalah karya fiksi yang secara luas didasarkan pada peristiwa sejarah," ujar juru bicara Netflix dilansir The Hollywood Reporter, Senin, (7/12/2020).

"Oleh karenanya, kami tidak memiliki rencana dan tidak perlu untuk menambahkan sebuah pernyataan peringatan untuk publik," lanjut juru bicara itu.



Tanggapan Netflix tersebut datang tak lama setelah sekretaris budaya Inggris Oliver Dowden meminta kepada layanan streaming film itu untuk menambahkan "peringatan kesehatan" yang menjelaskan bahwa itu adalah sebuah drama.

Sementara itu, Helena Bonham Carter, yang telah memerankan Putri Margaret di musim tiga dan empat juga angkat bicara di tengah protes yang mengatakan bahwa produser memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemirsa bahwa acara tersebut "didramatisasi".

"Saya merasa sangat yakin, karena saya pikir kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengatakan, 'Tunggu teman-teman, ini bukan ... ini bukan doku-drama, kami membuat drama'. Jadi mereka adalah dua entitas yang berbeda," kata Bonham

Serial "The Crown" yang bercerita tentang keluarga kerajaan Inggris pertama kali tayang pada 2016, namun baru pada musim keempat menimbulkan kontroversi yang paling banyak. Hal ini disebabkan oleh penggambaran tentang pernikahan dan perceraian Pangeran Charles dan Putri Diana.

Mantan sekretaris pers Istana Buckingham mengecam pertunjukan itu karena menampilkan Pangeran Charles sebagai "penjahat", demikian dilansir Antara.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani