Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:33wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Penggemar Tahu Tempe, Jangan Khawatir Harga Kedelai Sudah Stabil 

Selasa, 02-Maret-2021 15:20

Pemerintah jaga harga kedelai impor.
Foto : Resep Koki
Pemerintah jaga harga kedelai impor.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Syailendra menegaskan, Pemerintah bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan tetap berkomitmen untuk menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe sama seperti bulan lalu,yaitu stabil pada kisaran harga Rp9.500/kg, sehingga harga tahu masih terus stabil di kisaran Rp650/potong dan harga tempe di kisaran Rp16.000/kg.

Meskipun saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia, Kementerian Perdagangan menjamin stok kedelai penyediaan bulan Maret 2021masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasionaldengan harga yang stabil dan terjangkau.

Sebagaimana dikutipdari sumber Chicago Board of Trade(CBOT), harga kedelai dunia untuk penyediaan Februari 2021masih berada di kisaranUSD13,71/bushelsdan untuk penyediaan Maret, terdapat kenaikan harga di kisaran +0,8 persen menjadi USD13,82/bushels. Meskidemikian,diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi menurunpada periode selanjutnya.

“Tingginya harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe tersebut merupakan dampak pergerakan harga kedelai dunia sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang,” jelas Syailendra, dalam siaran persya, Selasa, (2/3/2021).

Lebih lanjut, Syailendramenyampaikan, sejak paruh kedua tahun lalu harga kedelai dunia mulai merangkak naik hingga hampir 30 persen. Hal tersebutberdampak pada penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar yang naik menjadi rata-rata20 persen.

“Penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar merupakan dampak dari adanya kenaikan harga kedelai duniakarena mayoritas kebutuhan kedelai di Indonesia masih dipenuhi oleh impor, sehinggafluktuasi perkembangan harga komoditi kedelai dunia akanberdampak secara langsung pada harga bahan baku kedelai untuk tahudan tempe di Indonesia,” ujar Syailendra.

Selanjutnya, Kemendag akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga,guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada ditingkat yang wajar.

Syailendrajuga mengimbau para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutinkepada seluruh pengrajin tahu dan tempe termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu TempeIndonesia (Gakoptindo),baik di Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Provinsi maupun di Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti)Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

“Kami berharapproduksi tahu dan tempe dapat terus berjalan dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkas Syailendra.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani