Netral English Netral Mandarin
02:43wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Penggunaan Energi Terbarukan Diyakini Dapat Memacu Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi

Sabtu, 31-Juli-2021 01:00

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga air atau PLTA.
Foto : ecobusiness
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga air atau PLTA.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Ropiudin mengatakan penggunaan energi terbarukan dapat menjadi kunci pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

"Penggunaan energi terbarukan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, contohnya bila dimanfaatkan untuk ketahanan dan kedaulatan energi nasional," kata Ropiudin di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat (30/7/2021).

Peneliti senior laboratorium teknik sistem termal dan energi terbarukan Unsoed tersebut menambahkan dengan pemanfaatan energi terbarukan maka ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan.

Dengan demikian, ujar dia, energi terbarukan dapat meningkatkan daya saing di era Industri 4.0 sekaligus dapat menggapai Indonesia Emas 2045.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa salah satu upaya pemulihan ekonomi dapat dilakukan dengan memberikan stimulus ke sektor energi terbarukan.

"Perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi dan berkualitas dengan mengintegrasikan energi rendah karbon, hal ini juga sekaligus dapat mengurangi gas rumah kaca," katanya.

Selain itu, kata dia, energi terbarukan juga dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan. "Khusus pada bidang pertanian, baik tradisonal maupun modern sangat banyak membutuhkan energi, mulai dari penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pascapanen, pengolahan hasil pertanian dan sampahnya," katanya.

Dia mencontohkan, penerapan teknologi berbasis energi terbarukan dapat diaplikasikan pada sektor pertanian saat musim kemarau atau musim tanam ketiga. Sedangkan saat kemarau ketersediaan air irigasi berpotensi mengalami penurunan seiring menurunnya potensi hujan.

"Kemarau yang merupakan siklus tahunan di negara tropis merupakan peluang dan tantangan dalam mengakselerasi teknologi pertanian modern berbasis energi terbarukan," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, energi terbarukan juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan irigasi saat musim kemarau, contohnya energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa dengan tenaga angin.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP