Netral English Netral Mandarin
11:52wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Penggunakan Kantong Plastik di Jakarta Berkurang 82 Persen, Ini Kabar Baiknya

Selasa, 22-Juni-2021 22:40

Penggunakan Kantong Plastik Berkurang 82 Persen.
Foto : Antara
Penggunakan Kantong Plastik Berkurang 82 Persen.
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di DKI Jakarta turun 82 persen setelah pemberlakuan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

"DKI Jakarta sudah berupaya untuk menerapkan peraturan ini dan hasilnya bahwa terdapat penurunan angka penggunaan kantong belanja plastik sebesar 82 persen setelah penerapan Pergub ini," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rita Ningsih, Selasa, (22/6/2021).

Rita mengatakan angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik ( GIDKP) pada Desember 2020 lalu.

Kendati telah terjadi penurunan, Rita menegaskan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus melakukan pengawasan di tiga lokasi yaitu di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.

"Saat ini memang yang masih terkendala adalah di pasar. Kami sedang mengupayakan terus berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk terus mendorong agar Pergub Nomor 142 Tahun 2019 ini bisa diterapkan dengan baik di pasar," kata Rita.

Kebijakan larangan penggunaan kantong plastik resmi diterapkan per 1 Juli 2020 berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Larangan penggunaan plastik tersebut untuk menjaga lingkungan mengingat sampah plastik sulit terurai. Tumpukan sampah juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan bencana alam.

"Peraturan 142 ini pastinya ada tujuannya juga agar mengedukasi masyarakat untuk bisa memahami bahwa sampah plastik itu adalah sampah yang berbahaya buat bumi, khususnya DKI Jakarta, dan pasti tujuannya adalah untuk mengurangi sampah plastik, khususnya kantong belanja plastik sekali pakai," ucap Rita, dilansir Antara. 

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani