Netral English Netral Mandarin
12:54wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Pengurus BEM UI Mengaku Akun Diretas, Kang Dede: Pola Playing Victim Murahan...

Rabu, 30-Juni-2021 17:00

Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budiyarto
Foto : Istimewa
Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budiyarto
41

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budiyarto atau yang akrab disapa Kang Dede, menyindir pengurus BEM UI yang mengaku akun media sosialnya diretas usai mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebutan 'the king of lip service'.

Menurut Kang Dede, pola yang digunakan BEM UI itu sama seperti beberapa pihak yang mengaku akun diretas setelah nama mereka jadi buah bibir karena 'menyerang' pemerintahan Jokowi.

Sebagai contoh, Kang Dede menyinggung saat ramai isu tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK, di mana beberapa orang yang lantang mengkritik pemerintah soal TWK juga mengaku akun media sosial (medsos) mereka diretas.

Kang Dede pun mengunggah tangkapan layar pemberitaan media soal penyidik KPK Novel Baswedan, eks juru bicara KPK Febri Diansyah hingga mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto yang mengaku akun mereka seperti Telegram dan WhatsApp diretas pada pertengahan Mei 2021 lalu.

Berita akun media sosial Novel cs dibajak itu disandingkan Kang Dede dengan pemberitaan mengenai akun pengurus BEM UI yang diretas.

"Sewaktu rame isu TWK KPK, beberapa orang yang tidak lolos, mengaku “ akun WhatsApp nya diretas…," tulis Kang Dede di akun Twitter-nya, Selasa (29/6/2021).

"Ehhh ini mahasiswa bau kencur baru bisa buat meme trus viral, katanya WhatsAppnya diretas," sambung @kangdede78.

Lebih lanjut, Kang Dede berpendapat kalau pola yang dipakai Novel Baswedan cs dan BEM UI itu merupakan playing victim murahan.

"Pola “playing victim” MURAHAN dari senior yang diikuti Juniornya," sindir @kangdede78.

Sebelumnya diberitakan, akun aplikasi perpesanan dan media sosial (medsos) sejumlah pengurus BEM UI diretas. Peretasan terjadi setelah ramai kritikan BEM UI terhadap Presiden Jokowi soal 'the king of lip service'.

Akun pengurus BEM UI yang dikabarkan diretas adalah akun WhatsApp, Telegram, dan Instagram. Ada empat pengurus yang mereka kabarkan mengalami hal tersebut.

"Pada tanggal 27 dan 28 Juni 2021, telah terjadi peretasan akun media sosial kepada beberapa pengurus BEM UI 2021," tulis Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra di akun Twitter-nya, Senin (28/6/2021).

Atas kejadian itu, Leon mengecam keras pihak yang telah melakukan serangan digital terhadap pengurus BEM UI. "Dengan ini kami mengecam keras segala bentuk serangan digital yang dilakukan kepada beberapa pengurus BEM UI 2021," cuit @Leon_Alvinda. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P