Netral English Netral Mandarin
15:34wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Penista Islam yang Terbukti Bikin Riweh Diburu Interpol, EK: Mending Disumpel Mulutnya!

Minggu, 18-April-2021 15:05

Kolase Paul Zhang dan Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Kolase Paul Zhang dan Eko Kuntadhi
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jozeph Paul Zhang terbukti bikin geger publik alias bikin “riweh”. Ia disebut-sebut sedang diburu interpol karena pernyataannya membuat resah dan diduga telah menista agama Islam. 

Eko Kuntadhi sejak awal mendukung tindakan tegas kepada Paul Zhang. Mulannya ia menanggapi pernyataan Muannas Alaidid yang sebelumnya menyatakan siap melaporkan ke polisi. 

Sementara pengaduan polisi kemudian disampaikan oleh Husin Alwi Shihab. Akibat pengaduan tersebut, Polri langsung bergerak cepat dan memburu Paul Zhang yang diketahui sudah  tinggal di luar negeri sejak tahun 2018.  

“Setuju bib. Yang beginian yang bikin riweh. Mending disumpel mulutnya...,” tulis Eko Kuntadhi.

Pernyataan itu disampaikan saat membalas pernyataan Muannas Alaidid yang mengatakan: “Demi Alllah saya sendiri yang akan kejar anda @DivHumas_Polri.”

Untuk diketahui, Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph Paul Zhang. Jozeph Paul Zhang menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26.

Seperti dikutip Antara, Minggu (18/4/2021), Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa pihaknya menduga Jozeph tidak berada di Indonesia. Polri juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang mengetahui data perlintasan Jozeph Paul Zhang sudah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

Namun Agus menegaskan keberadaan Jozeph Paul Zhang di luar negeri tidak menghalangi untuk mendalami perkara tersebut dan sedang menyiapkan dokumen penyidikan.

"Mekanisme penyidikannya akan terus berjalan walaupun yang bersangkutan di luar negeri," kata Agus.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang. Hal itu agar Jozeph Paul Zhang bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

"Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau nggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan," kata Agus.

Agus menjelaskan, penyidik Bareskrim bisa menindak dengan membuat laporan temuan terkait dengan konten intoleran tersebut. Menurut Agus, konten intoleran yang menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat bisa merusak persatuan dan kesatuan.

"Kalau yang seperti itu 'kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri kan ditindak tegas," kata Agus.

Sebelumnya, Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya sebesar Rp 1 juta.

"Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah," tuturnya.

"Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama," kata Jozeph.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto