Netral English Netral Mandarin
03:09wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Penuh Haru dan Emosional Ole Tinggalkan MU, Begini Kata Para Mantan Pemain

Senin, 22-November-2021 06:30

Skysport
Foto : Oe tinggalkan MU.
Skysport
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Ole Gunnar Solskjaer yang dipecat sebagai manajer Manchester United pada Minggu menyatakan bangga kepada masanya sebagai pelatih dan yakin telah meninggalkan klub dalam keadaan lebih baik ketimbang saat pertama kali melatihnya sepeninggal Jose Mourinho. hampir tiga tahun lalu.

Solskjaer dipecat setelah kalah 1-4 melawan Watford dua hari lalu sehingga tim ini melorot ke tempat ketujuh dalam klasemen Liga Inggris dengan hanya sekali menang dari tujuh pertandingan terakhirnya.

“Saya akan pergi melewati pintu depan, karena saya kira semua orang tahu saya telah memberikan segalanya bagi klub ini. Klub ini berarti segalanya bagi saya dan bersama-sama kita memainkan pertandingan yang bagus, tapi sayang saya tak bisa mendapatkan hasil yang kita butuhkan dan sudah waktunya bagi saya untuk undur diri," kata dia kepada saluran MUTV seperti dikutip Reuters.

"Saya kira, atau saya tahu saya meninggalkan klub ini dengan skuad yang lebih baik. Lingkungannya fantastis, ini lingkungan yang saya banggakan karena Anda harus senang datang ke sini untuk bertugas," sambung dia.

Solskjaer, yang memenangkan enam gelar juara Liga Inggris sewaktu menjadi pemain dan mencetak gol penentu kemenangan pada fase akhir pertandingan final Liga Champions melawan Bayern Munich pada 1999, mengatakan dia merasa terhormat menjadi manajer klub.

"Amat sangat bangga. Tentu saja, itu salah satu hal yang Anda impikan dalam hidup Anda. Pada saat Anda menjadi pemain, ketika Anda menjadi pelatih tim cadangan, kemudian tugas berikutnya, satu-satunya impian dan satu-satunya hal yang belum Anda lakukan adalah mengelola klub ini, dan saya lakukan sekarang."

“Ini tentang bola, benar-benar menyenangkan dari menit pertama hingga menit terakhir, untuk itu saya harus berterima kasih kepada semua pemain karena sejak saya masuk, mereka adalah pemain-pemain top, orang-orang top,” kata dia.

Michael Carrick yang juga mantan pemain MU yang menjadi bagian staf pelatih Solskjaer akan memimpin tim melawan Villarreal dalam pertandingan Liga Champions pada Selasa selagi klub mencari pelatih sementara untuk memimpin tim itu sampai akhir musim ini.

Menang melawan Villarreal akan mengamankan tempat fase gugur dan Solskjaer mendukung United mencapai tujuan itu.

“Seperti yang saya katakan kepada (para pemain) pagi ini juga, percayalah kepada diri Anda sendiri, kalian tahu kita lebih baik dari ini. Kita belum bisa menunjukkannya tetapi keluarlah, kejarlah, nikmatilah menjadi pemain Man United, Liga Champions, panggung terbesar."

"Jika dan manakala kalian memenangkan pertandingan itu, maka kalian lolos ke babak berikutnya, Michael akan memimpinnya. Michael, saya sangat menaruh hormat, saya sangat menyukai Michael. Saya kini emosional karena dia memang top, mereka akan baik-baik saja. Saya akan menyaksikan mereka dan mendukung mereka," kata Solskjaer.

Solskjaer akan menghabiskan waktu bersama keluarganya di Norwegia sebelum kembali ke lapangan rumput dan mengatakan dia akan mengikuti United sebagai penggemarnya.

“Saya pastinya akan menonton tim ini dan mudah-mudahan, manajer berikutnya datang dan saya ingin mendukung dia. Saya ingin dia sukses, semoga saya telah meletakkan dasar untuk itu karena saya tahu saya bagus untuk apa yang saya lakukan."

“Saya 100 persen yakin menciptakan lingkungan sepakbola, itulah keahlian saya dan pada titik tertentu, saya mungkin akan kembali (bekerja di sepakbola),” pungkas dia.

Dilansir Antara, berikut adalah reaksi sejumlah kalangan terhadap langkah Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer klub ini yang untuk sementara akan dipimpin Michael Carrick, seperti dirangkum Reuters.

Gary Neville

"Terima kasih Ole. Kamu membuat kami bangga. Dua bulan terakhir sangat sulit tetapi sebelum itu Anda sudah mengembalikan jiwa ke dalam klub ini," kata dia via Twitter.

Tentang kegagalan bekas klubnya itu, Neville berkata kepada Sky Sports: “Mereka tergesa-gesa, mereka reaktif. Sudah tiga kali mereka memberi kontrak atau perpanjangan yang panjang kepada manajer dan memecat mereka dalam beberapa bulan. Sungguh perencanaan yang buruk."

“Saya kira Ole adalah rekrutan yang tepat dalam hal mengambil alih dari Jose Mourinho, klub ini saat itu tengah berputar ke tempat yang amat menyedihkan.”

Michael Owen

"Ada nama-nama manajerial yang lebih besar ketimbang dia yang sudah berusaha tapi gagal dalam beberapa musim terakhir dan dia meninggalkan klub dengan koleksi pemain paling berbakat yang pernah dimiliki. Adalah tugas manajer berikutnya untuk mengeluarkan yang terbaik dari pemain-pemain ini," kata Owen.

"Ini pasti masa terburuk bagi Manchester United untuk mencari manajer baru. Pada awal musim dengan hampir tidak ada manajer top yang tersedia."

"Satu-satunya yang jelas lowong adalah (Zinedine) Zidane tetapi kendala bahasa jelas masalah besar. Sepertinya lagi-lagi manajer sementara."

Peter Scheichel

"Ini sangat menyedihkan, saya sungguh sedih. Atas nama Ole, atas nama klub sepak bola itu, atas nama semua penggemar. Terlalu banyak manajer yang harus kita singkirkan dalam waktu yang terlalu singkat," kata Schmeichel saat GP Qatar.

"Selama 27 tahun kami sudah terbiasa dengan satu orang (Alex Ferguson) berada di kursi panas dan saya sangat bersimpati kepada Ole. Dia telah melakukan semua yang dia bisa, tapi dalam sepakbola modern itu tidak cukup."

Micah Michards

"Anda punya (Cristiano) Ronaldo, (Paul) Pogba, (Bruno) Fernandes, (Jadon) Sancho dan semua pemain itu. Seharusnya memberikan apa-apa dan Ole tidak bisa mengeluarkan yang terbaik dari pemain-pemain itu," kata dia kepada Sky Sports.

Jamie Rednapp

“Manchester United kini sama seperti klub lain, mereka berlomba-lomba mencari untung. Mereka harusnya memenangkan pertandingan."

"Saya tidak beranggapan ada yang mengetahui apa yang mereka lakukan. Saya tidak beranggapan direksi Manchester United tahu apa yang mereka lakukan."

Andy Cole

"Semua yang terbaik sahabatku. Apa pun yang orang katakan, kamu akan selalu menjadi legenda Manchester United. Kamu telah mencurahkan hati dan jiwamu demi membawa kembali masa kejayaan ke Old Trafford ," tulis Cole dalam Instagram.

Lois Saha

"Solskjaer sudah terlalu sering diselamatkan oleh individu pemain. Individu yang membuat dia terlihat seperti Manchester United bisa bangkit kembali," kata Saha kepada BBC Radio.

"Solskjaer tidak bisa mendapatkan konsistensi seperti itu atau disiplin total seperti itu."

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi