Netral English Netral Mandarin
06:12 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Kewajiban Tes COVID-19 Dorong Jumlah Penumpang di Terminal Ini Anjlok 79 Persen

Sabtu, 26-December-2020 16:20

Kondisi Terminal Kampung Rambutan sebelum pandemi COVID-19.
Foto : Istimewa
Kondisi Terminal Kampung Rambutan sebelum pandemi COVID-19.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jumlah penumpang bus umum di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada libur Natal 2020 turun sekitar 79 persen dibanding saat yang sama pada 2019.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni menjelaskan, pemberangkatan penumpang pada arus puncak libur Natal tanggal 24 Desember 2019 berkisar 7 ribu orang.

"Pada pemberangkatan Kamis (24/12) kemarin jumlah penumpang hanya 1.215 orang atau menurun hingga 79 persen dari tahun lalu," kata Made di Jakarta, Sabtu (26/12/2020).



Made mengatakan, sebanyak 1.215 penumpang yang berangkat menggunakan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Kampung Rambutan masih di bawah angka normal rata-rata penumpang.

Pada situasi normal, operator Terminal Kampung Rambutan memberangkatkan rata-rata 3.000 penumpang di hari kerja dan 5.000 penumpang di akhir pekan.

Pandemi COVID-19 yang masih melanda wilayah Jakarta, kata Made, membuat operator terminal harus memperketat pengawasan kesehatan penumpang.

"Saat ini masyarakat masih khawatir melakukan perjalanan ke luar kota karena pandemi COVID-19 masih melanda di Indonesia," katanya.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah selama Natal dan Tahun Baru 2021 untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

"Penumpang saat ini dipersyaratkan memiliki surat hasil 'rapid test'. Jadi penumpang diimbau menunda perjalanan kalau tidak memiliki bukti tersebut," katanya.

Dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2020, kata Made, terdapat persyaratan khusus bagi penumpang tujuan luar Pulau Jawa.

"Penumpang tujuan Bali, misalnya, wajib melakukan 'rapid test' antigen deteksi COVID-19. Untuk tujuan dari dan di dalam Pulau Jawa 'rapid test' antigen bersifat imbauan," katanya, seperti dilansir Antara.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP