Netral English Netral Mandarin
00:23 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Penutupan Perdagangan Bursa Tahun 2020, Optimistis Pasar Modal Membaik

Rabu, 30-December-2020 15:20

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam seremoni penutupan perdagangan tahun 2020 di Jakarta.
Foto : Youtube IDX
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam seremoni penutupan perdagangan tahun 2020 di Jakarta.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sepanjang tahun 2020, pasar modal kerap dihadapkan oleh berbagai tantangan dalam kondisi Pandemi COVID-19. Kendati demikian, regulator pasar modal mampu beradaptasi secara dinamis dan terus berupaya menjawab kebutuhan pasar, serta kembali mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengatakan, di tengah Pandemi COVID-19, minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal tidak surut.

"Hingga 30 Desember 2020, telah terdapat 51 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujarnya dalam acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2020, Rabu .(30/12/2020) di Jakarta. 



Sehingga, sampai dengan saat ini terdapat 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Indonesia pun masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN.

Sementara itu, aktivitas perdagangan BEI pada tahun 2020 juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan yang tumbuh 32 persen menjadi 619 ribu kali per hari di bulan November 2020 dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi diantara Bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara. Pada periode yang sama,

Sedangkan, Nilai Rata-rata Transaksi Harian (RNTH) Bursa sampai dengan 29 Desember 2020 adalah Rp9,18 triliun, naik 0,66 persen dibandingkan akhir tahun 2019 sebesar Rp9,13 triliun. 

Rata-rata Nilai dan Volume Penyelesaian Transaksi Bursa harian sampai dengan 29 Desember 2020 adalah Rp3,27 triliun dan 3,31 miliar lembar saham, sementara pada akhir tahun 2019 sebesar Rp3,42 triliun dan 4,38 miliar lembar saham. 

Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana, mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020. Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894 ribu investor pada tahun 2016. 

Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID. Kemudian, jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73 persen dibandingkan akhir tahun lalu. 

Peningkatan jumlah investor serta aktivitas transaksi investor harian tentu merupakan hasil upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dalam mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal kepada masyarakat.

"Seiring dengan meningkatnya partisipasi investor ritel domestik, rekor transaksi perdagangan baru berhasil dicapai pada tahun 2020 ini, yaitu frekuensi transaksi harian saham tertinggi pada 22 Desember 2020 sebanyak 1.697.537 transaksi," kata Inarno.

Selain itu, dalam rangka menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, BEI telah berupaya untuk memperluas jaringan distribusi seperti menempatkan 30 Kantor Perwakilan di kota-kota besar Indonesia. Melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi dan Institusi, BEI telah mendirikan 504 Galeri Investasi, serta 402 komunitas investor.

Seremoni Penutupan Perdagangan Saham BEI Tahun 2020 ini turut dihadiri secara virtual oleh Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua, Wakil, dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Komisaris dan Direksi SRO, serta pelaku industri jasa keuangan.

Semua pencapaian yang diraih oleh SRO merupakan hasil kerja keras dan koordinasi yang erat dari seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia.

Diharapkan, sinergi yang baik serta dukungan dari pemerintah akan terus berjalan dalam membangun Pasar Modal Indonesia yang kredibel, dan mampu memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh stakeholders yang ada. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP