Netral English Netral Mandarin
12:58wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Penyuplai Bahan Bom Teroris Dicokok Densus 88, EK: Kabarnya Alumni Universitas Negeri di Depok, Mengerikan

Rabu, 16-Juni-2021 15:05

Eko Kuntadhi dan ilustrasi bom
Foto : Kolase Netralnews
Eko Kuntadhi dan ilustrasi bom
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut menanggapi berita viral di mana Densus 88 telah mencokok seorang diduga sebagai penyuplai bahan bom bagi teroris.

“Kabarnya orang ini alumni teknik Kimia di sebuah Universitas negeri di Depok. Mengerikan...,” cuit Eko Kuntadhi, Rabu 16 Juni 2021.

Untuk diketahui, Tim Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap KDW alias Abu Aliyah Al Indunisy, penyuplai bahan bahan kimia yang digunakan untuk membuat bahan peledak bom oleh sejumlah tersangka terorisme. KDW ditangkap tim Densus 88 di Komplek Perumahan Indrapasta Bogor, pada Senin (14/6/2021) sekitar pukul 10.43 WIB.

Menurut sumber tvOne, KDW juga memiliki channel YouTube "bisakimia" yang membagikan video-video tata cara permainan kimia atau apapun tentang kimia yang bermanfaat.

Dan di dalam akun YouTube milik KDW tersebut banyak unggahan video–video tentang eksperimen mengenai uji coba meracik bahan kimia yang dapat menjadi sebuah referensi untuk membuat bahan peledak bom.

KDW, pria kelahiran Padang 14 Agustus 1991 ini beralamat tinggal di Perum. Indraprasta, Jl. Gandaria 2 Blok D 2 No. 7 Rt. 004 Rw. 013 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Kota Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Saat penangkapan, tim Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni; satu buah buku The Mujahideen Poisons Handbook, 10 lembar black dolar, Potassium Klorat (KClO3), Sulfur (S) dan Aluminium (Al) yang merupakan bahan baku bahan peledak berkekuatan rendah (low explosive) flash powder.

Kemudian Potassium Nitrat (KNO3), Karbon (C) dan Sulfur (S) yang merupakan bahan baku bahan peledak berkekuatan rendah (low explosive) peledak black powder. Serta Hidrogen Peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan baku dan Asam Sulfat (H2SO4)/Asam Klorida (HCl) yang dapat digunakan sebagai katalis dalam pembuatan bahan peledak primer berkekuatan tinggi (primary high explosive) TATP (Triacetone Triperoxide).

Tim juga menyita barag bukti berupa Merkuri Nitrat (Hg(NO3)2) dan etanol (C2H5OH) yang dapat digunakan sebagai bahan baku bahan peledak primer berkekuatan tinggi (primary high explosive) Merkuri (II) Fulminat (Hg(CNO)2). (ito)

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P