Netral English Netral Mandarin
02:33wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Peringati HLUN, Kemensos ke Generasi Penerus: Pahami Hakekat Ortu Khususnya Lansia

Rabu, 19-Mei-2021 17:35

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Andi Hanindito
Foto : Kemensos
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Andi Hanindito
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Pada peringatan HLUN ke-25 kali ini,  mengambil tema “Lansia Bahagia Bersama Keluarga”. 

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Andi Hanindito menjelaskan makna tema, keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang menjadi tempat “persemaian” bagi setiap orang. Dari kondisi tersebut, maka orang tualah yang menjadi penjuru bagi generasi muda sekaligus panutan.

Menurut dia, posisi keluarga menjadi sangat penting dan dominan karena di keluargalah kita semua bisa melakukan proses interaksi dan komunikasi baik antara orangtua dengan anak maupun sebaliknya. 

"Dalam keluarga peran orangtua selain sebagai pengayom juga sekaligus sebagai teman yang tepat bagi para generasi penelusuran," kata dia, Rabu (19/5/2021).

Pada situasi yang demikian itulah terjadi simbiosis mutualisme antar generasi. Kondisi tersebut sesuai dengan tema Hari Lanjut Usia Nasional yaitu Lansia Bahagia Bersama Keluarga. "Dari kondisi tersebut, maka orang tualah yang menjadi penjuru bagi generasi muda sekaligus panutan," sambung dia.

Menghargai orang tua, menyayangi orang tua dan menghormati orang tua khususnya para Lanjut Usia bukan berarti sesuatu yang berlebihan karena menjadi Lanjut Usia adalah sebuah keniscayaan.

"Para generasi penerus hendaknya dapat memahami tentang hakekat orang tua khususnya para lanjut usia dalam struktur kedudukannya didalam keluarga dan masyarakat, karena keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah struktur dan kultur sosial," jelas dia.

HLUN diperingati atas dasar situasi dan kondisi sejarah yang pada waktu itu Dr KRT Radjiman Widiodiningrat, didaulat oleh peserta sidang Pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjadi pimpinan sidang.  Dr KRT Radjiman Widiodiningrat dinilai memiliki pemikiran yang cemerlang sekaligus sebagai anggota paling sepuh pada tanggal 29 Mei tahun 1945. 

Tanggal tersebut dicetuskan kembali dan dicanangkan tanggal 29 Mei 1996 di Semarang sebagai HLUN oleh Presiden pada saat itu, sebagai penghormatan atas jasa, pemikiran dan kebijakan Dr KRT Radjiman Widiodiningrat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli