• News

  • Peristiwa

Tak Langgar UU, Fahri Usul Jokowi Percepat Pelantikan Pimpinan KPK Terpilih 

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Istimewa
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berpendapat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mempercepat pelantikan empat dari lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dipilih DPR beberapa hari lalu. 

Menurut Fahri, dari empat pimpinan KPK yang baru, tiga menggantikan Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif dan Saut Situmorang yang telah menyerahan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden. 

Satu pimpinan yang juga dipercepat pelantikannya, yakni petahana Alexander Marwata karena ia kembali terpilih menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Sementara, Basaria Panjaitan yang tidak turut serta dalam Agus Rahardjo cs saat menyatakan sikap, disebut Fahri masih menjabat hingga masa jabatan berakhir pada Desember 2019.

"Karena ini sudah mundur tiga, Kemudian yang keempat terpilih kembali, satu yang belum mundur," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019). 

"Sebagian teman-teman ada yang berpandangan ya sudah lantik saja langsung, terutama yang tiga sebagai pengganti gitu loh karena Pak Alex sudah ada di situ kan. Berarti sisanya tinggal satu yang tidak dilantik, menunggu Ibu Basaria," jelas Fahri. 

Lebih lanjut, ia menilai bahwa mempercepat pelantikan pimpinan KPK terpilih menggantikan Agus Rahardjo cs tidak melanggar undang-undang. 

"Undang-undang mengatakan empat tahun, maka ditarik empat tahun tepat di 21 Desember karena dilantiknya itu 21 Desember 2015. tetapi tidak ada definitif harus tanggal 21 Desember," ucapnya.

Karenanya, ia mengaku, DPR bakal menyurati presiden Jokowi agar mempercepat pelantikan pimpinan KPK yang baru. "Kita surati presiden, tunggu perkembangan, tapi menurut saya disitu empat sudah bisa dilantik. Tinggal satu saja tidak," pungkasnya.

Diketahui, pada Jumat (13/9/2019), Komisi III DPR memilih lima orang untuk memimpin lembaga antirasuah itu melalui voting. Kelima nama tersebut yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli Siregar. Komisi III DPR kemudian secara aklamasi memilih Firli Bahuri menjadi Ketua KPK.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian