• News

  • Peristiwa

Kasus Ninoy Menyeret Tokoh FPI dan PA 212, Habib Novel: Kriminalisasi TSM dan Brutal

Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar
Ngopibareng
Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat medsos sekaligus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, menyeret sejumlah nama tokoh Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbartelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketua FPI  Bendungan Hilir Jakarta Pusat Rizky Walimullah dan sejumlah anggota FPI juga dikabarkan ditangkap polisi terkait kasus Ninoy.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga memanggil Sekretaris Umum DPP FPI Munarman dan Ketua Media Center PA 212 yang juga tokoh FPI, Habib Novel Chaidir Hasan (Novel Bamukmin) untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Habib Novel berpendapat, terseretnya dia dan sejumlah nama tokoh FPI dan PA 212 dalam kasus Ninoy merupakan upaya kriminalisasi secara terstruktur, sistematis, masif (TSM) dan brutal terhadap ulama dan aktivis oleh rezim saat ini.

"Sudah rangkaian yang terstruktur, sistematis, masif dan brutal untuk melakukan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis untuk lawan politik rezim ini," kata Habib Novel kepada netralnews.com, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, FPI dan PA 212 menjadi 'sasaran tembak' atau selalu dikaitkan dengan aksi apapun dan dilakukan oleh siapapun dengan menggiring opini bahwa kelompok mereka radikal dan intoleran.

"Jadi segala aksi apapun oleh siapapun yang berbau mengkritisi kebobrokan rezim ini maka FPI dan 212 selalu dikaitkan dan menjadi sasaran tembak fitnah mereka dengan menggiring opini atau framing yang selalu mereka mainkan sebagai lagu wajib mereka yaitu dengan sebutan kelompok radikal dan intoleran," jelas Habib Novel.

Diketahui, polisi telah menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan Ninoy. Sebanyak 12 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Sebelumnya, Ninoy Karundeng diduga disekap dan dianiaya hingga hampir dibunuh oleh sejumlah orang di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September hingga 1 Oktober lalu.

Saat itu, massa juga merekam video yang menampilkan Ninoy tengah diinterogasi dengan wajah lebam. Video berdurasi 2 menit 42 detik kemudian viral di media sosial dan tersebar di grup-grup percakapan WhatsApp.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati