• News

  • Peristiwa

Ribuan Gempa Susulan di Ambon, Apa Benar Ada Potensi Gempa Lebih Besar?

ilustrasi jalan rusak akibat gempa
Willarnetteweek
ilustrasi jalan rusak akibat gempa

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Bidang Mitigasi, Gempabumi, dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono melaporkan, hingga Minggu (20/10/2019) pukul 21.00 WIT, telah terjadi gempa susulan sebanyak 1.724 kali di Ambon. Ini merupakan rentetan gempa susulan yang terdeteksi pascagempabumi M5,6 di Maluku Tengah pada (26/9/2019) lalu. 

Menurut analisis Daryono, gempa menurun secara fluktuatif. Diharap Daryono, keadaan bisa segera stabil. 

"Banyaknya jumlah gempa susulan jangan ditafsirkan ada potensi yang lebih besar," kata Daryono dalam unggahannya di akun resmi media sosial Twitternya, @DaryonoBMKG.

Dijelaskan Daryono, jumlah gempa susulan yang banyak itu terkait kondisi batuan yang rapuh (brittle). Di banyak kasus gempa besar tetapi gempa susulannya sedikit karena kondisi batuannya elastic/ductile tak rapuh.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan BMKG telah memasang 11 seismograf di kawasan Maluku. Pemasangan dimaksudkan sebagai upaya memahami lebih lanjut karakteristik gempa susulan pascagempa M6,5 yang terjadi pada 26 September 2019 lalu.

Pemasangan seismograf diharapkan bisa menjawab kenapa begitu banyak gempa susulan dan Ambon dan apa implikasinya untuk kesiapsiagaan dan mitigasi potensi kejadian yang sama di masa depan.

Sejumlah 11 unit seismograf akan dipasang di Ambon sebanyak 4 unit, Haruku 1 unit, Saparua 2 unit dan Seram sebanyak 4 unit.

Untuk diketahui, gempa dengan M 6,5 dan berkedalaman 10 km ini menyebabkan 361 luka ringan dan 4 luka berat. Data terkini untuk korban meninggal dunia berjumlah 41 orang, dengan rincian Kabupaten Malteng 18 orang, Kota Ambon 12 dan Seram Bagian Barat (SBB) 11.

Gempa juga menyebabkan kerusakan di sektor pemukiman dan infrastruktur umum. Total rumah rusak mencapai 8.753 unit dengan kategori yang berbeda.

Rincian rumah rusak di Kabupaten Maluku Tengah berjumlah 6.416 unit dengan rincian Rusak Berat (RB) 1.040 unit, Rusak Sedang (RS) 1.627 dan Rusak Ringan (RR) 3.749. Jumlah rumah rusak di Kota Ambon berjumlah 1.203 unit dengan rincian, RB 253 unit, RS 261 dan RR 689, sedangkan di SBB RB 298, RS 483 dan RR 353. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli