• News

  • Peristiwa

Sriwijaya Gran Fondo Perkenalkan Pariwisata Danau Ranau

Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman.
Kemenparekraf
Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman.

OKU SELATAN, NETRALNEWS.COM - Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019 diharapkan mampu menari perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sebagai ajang perdana, kegiatan ini diikuti oleh 276 pesepeda dalam negeri, dan tiga pesepeda dari Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman, menjelaskan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019 merupakan kompetisi bersepeda jarak jauh dan mendaki bertaraf Internasional di sekitaran Danau Ranau.

Danau Ranau tercatat sebagai danau terbesar kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan dan merupakan event yang pertama dilaksanakan di Sumatera Selatan.

Event ini merupakan event pertamakali yang di gelar di Oku Selatan, Sumatera Selatan, kegiatan ini peserta sepeda balap akan menempuh jarak sekitar 115 km dalam kurun waktu 5-6 jam.


"Tujuan dari Event Sriwijaya RanauGran Fondo, antara lain memperkenalkan potensi wisataalam dan produk-produk unggulandi Kabupaten OKU Selatan. Mendukung Pencapaian Target Realisasi Wisnus dan Wisman Tahun 2019, serta mempromosikan Sejuta Pesona Bumi Serasan Seandanan sebagai cerminan tentang potensi pariwisata yang kondusif, aman, dan nyaman untuk dikunjungi," tutur Dadang, Sabtu (9/11/2019).



Dengan digelarnya ajang ini sekaligus mempromosikan potensi 3A Provinsi Sumatera Selatan
Atraksi yaitu Alam: Gunung Dempo, Pulau Kemaro.  Budaya yakni  Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Museum Negeri Balaputra Dewa, Al-Qur’an Al-Akbar, Kampung Arab Al- Munawar, Kampung Kapitan, Kawah Tekurep, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Benteng Kuto Besak, Taman Bukit Siguntang, Kuliner (Bor, Gibor).


Untuk Aksesbilitas, Sumatera Selatan memiliki Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II yang memiliki kapasitas bandara dengan menampung 4.170.000 penumpang/thn


Untuk Amenitas, yakni jumlah hotel bintang di Sumatera Selatan tahun 2017 yaitu 74 hotel dengan jumlah kamar 5902. Jumlah Hotel non bintang di Sumatera Selatan tahun 2017 berjumlah 329 dengan jumlah kamar 6.467.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Henky H.P Manurung S.Par menyambut gembira melihat ratusan peserta, masyarakat dan tamu yang hadir bahkan anak-anak sekolah dapat menikmati keindahan Danau Ranau dengan senang hati.

“Dengan kesuksesan penyelenggaraan ini kami ingin Sriwijaya Ranau Gran Fondo jadi kalender event wajib di Sumsel setiap tahun. Dan kami yakin ini akan segera menjadi destinasi utama Indonesia ke depan,” tegas Henky.

Editor : Sulha Handayani