• News

  • Peristiwa

Kabar Ahok Masuk BUMN, Pengamat: Reaksi PA 212 Tak Masuk Akal dan Patut Dicurigai

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok).
Istimewa
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Wempy Hadir merasa heran dengan reaksi Persaudaraan Alumni (PA) menanggapi kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/ Ahok) bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara ( BUMN).

Menurutnya, respon PA 212 sangat berlebihan dan tidak rasional ingin menghalangi Ahok menjadi pejabat di negeri ini. Apalagi mengancam akan ada gelombang aksi.

"Menurut saya tidak masuk di akal. Sangat tidak rasional. Ini terlalu berlebihan. Apa hak dan urusan mereka?

Ahok enggak minta (jabatan), tapi diminta oleh negara karena dinilai punya kapasitas. Dan mestinya bersyukur kalau dia mau bekerja untuk negara ini," kata Wempy kepada netralnews.com, Kamis (15/11/2019).

Wempy menambahkan, reaksi PA 212 ini menunjukkan mereka ingin mengekang hak asasi seseorang dan itu melanggar undang-undang. Justru, lanjutnya, manuver PA 212 ini yang patut dicurigai karena bisa menganggu kestabilan politik dan keamanan dalam negeri.

"Sangat melanggar hak asasi seseorang.  Dan tindakan mereka ini mengganggu kestabilan politik nasional, bisa mempengaruhi ekonomi, mempengaruhi investasi, mempengaruhi citra Indonesia di mata luar," ucap dia.

"Orang mau investasi mikir-mikir juga 'ternyata banyak juga preman-preman di negara ini yang berkeliaran.' Dan itu sangat mengganggu negara," jelas Wempy.

Karena itu, Direktur Indo Polling Network ini meminta negara segera mengambil langkah untuk menindak kelompok 212.

"Sangat tidak masuk di akal gerakan ini sangat tidak masuk di akal dan perlu dicurigai oleh karena itu saya kira pihak keamanan, intelijen itu harus bergerak dari awal sebelum membesar karena semakin dibiarkan orang-orang ini maka mereka semakin menjadi," pungkasnya.

Sebelumnya, kabar Ahok akan memimpin salah satu BUMN ini beredar setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu menemui Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN

"Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," kata Ahok kepada wartawan usai pertemuan dengan Erick.

Menanggapi kabar tersebut, PA 212 menyatakan menolak Ahok menjadi pejabat BUMN dan akan melakukan aksi protes secara besar-besaran.

"Kami 100 persen enggak setuju. Akan ada gelombang besar untuk memprotes, jika Ahok jadi masuk ke BUMN," tegas Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/11/2019).

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian