• News

  • Peristiwa

Sebut Ahok Babak Belur, Fahri Hamzah: Kesalahan Tuan Erick Thohir Adalah...

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Dokumentasi Netralnews
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) menjadi perbincangan hangat setelah ia digadang-gadang akan memimpin salah satu BUMN.

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut mengomentari pro kontra soal kabar Ahok menjadi bos di salah satu perusahaan plat merah itu.

Menurutnya, salah satu penyebab polemik ini terjadi karena Menteri BUMN Erick Thohir mendahulukan bicara nama Ahok ketimbang ide memperbaiki BUMN.

"Kesalahan Tuan @erickthohir adalah bicara nama (Ahok) sebelum bicara ide memperbaiki BUMN," tulis Fahri di akun Twitter-nya, Sabtu (16/11/2019).

Lanjutnya, Kementerian BUMN juga sejak awal tidak menjelaskan soal status Ahok. Imbasnya, Fahri menyebut jika Ahok yang babak belur, padahal belum tentu politisi PDIP itu menjadi pejabat BUMN.

"Lalu Gegara @KemenBUMN tidak menjelaskan status Ahok dari awal...dia gak ngapain jadi babak belur...padahal menjabat belum tentu...," cuit @Fahrihamzah.

Sebelumnya, kabar Ahok akan memimpin salah satu BUMN ini beredar setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu menemui Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019).

Usai pertemuan, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN. 

"Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," kata Ahok kepada wartawan usai pertemuan dengan Erick.

Hal itu dibenarkan Erick Thohir. Ia menjelaskan alasan dirinya mengajak Ahok gabung ke BUMN karena rekam jejak politisi PDIP itu jelas dan konsisten sebagai pemimpin, terutama dalam hal melakukan pembangunan.

"Ya saya rasa beliau juga tokoh yang konsisten yang sudah jelas track record-nya bisa terus membangun," kata Erick ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, BUMN perlu banyak figur yang bisa jadi pendobrak. Dan ia meyakini Ahok adalah salah satu tokoh yang mampu melakukan itu.

"BUMN 142 perusahaan, kita perlu figur-figur yang bisa pendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya track record pendobrak," jelasnya.

Sinyal masuknya Ahok di BUMN diperkuat dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut saat ini Ahok sedang mengikuti seleksi untuk menjadi pemimpin di salah satu perusahaan plat merah.

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok. Jadi, ini masih dalam proses seleksi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Lantas, Ahok akan menjadi direksi atau komisaris? "Bisa dua-duanya, tapi pakai proses seleksi dan masih dalam proses," ujar Presiden Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli