• News

  • Peristiwa

Dugaan Pelanggaran Kode Etik, Ketua BK DPRD DKI Sebut William PSI Salah

Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI, Achmad Nawawi (paling kiri)
Metro Batam
Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI, Achmad Nawawi (paling kiri)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski belum dapat menyimpulkan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota Fraksi PSI, William Aditya Sarana, namun Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI mengaku terus melakukan kajian.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi menyatakan, pihaknya telah memanggil William atas pelaporan yang dilakukan oleh seorang warga bernama Sugiyanto pada Selasa (12/11/2019). Soal keputusan BK, baru akan dirapatkan pada pekan depan.

"Nanti pekan depan baru (kita) rapatkan lagi," kata Nawawi.

Meski demikian, secara pribadi Nawawi menilai apa yang dilakukan William salah. Politisi asal Partai Demokrat itu menyatakan William tak seharusnya mengunggah rancangan plafon anggaran DKI yang belum final.

Pasalnya, lanjut Nawawi, eksekutif dan legislatif sama-sama unsur penyelenggara pemerintahan daerah sehingga tak perlu meributkan rancangan plafon anggaran melalui media sosial.

"Artinya kami kan tidak boleh juga menyudutkan gubernur atau gubernur juga tidak boleh menyudutkan dewan karena kami sama-sama penyelenggaran pemerintahan di daerah itu," ujar dia.

Sebelumnya William diadukan seorang warga bernama Sugiyanto ke BK DPRD DKI lantaran diduga melanggar kode etik karena mengunggah adanya anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI 2020. Beberapa diantaranya adalah anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar dan pengadaan ballpoint sebesar Rp 123 miliar.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli