• News

  • Peristiwa

Demokrat Tolak Wacana Presiden Dipilih MPR dan Masa Jabatan Tiga Periode

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.
Demokrat
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Demokrat menyatakan menolak wacana presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR yang mengemuka beberapa hari terakhir di tengah rencana amandemen UUD 1945.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, partainya menolak wacana tersebut karena pemilihan presiden oleh MPR merupakan kemunduran demokrasi dan melukai serta menyakiti rakyat.

“Menolak pemilihan presiden oleh MPR karena hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap kehendak rakyat yang ingin memilih langsung presidennya,” kata Hinca dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12/2019).

“Pemilihan presiden oleh MPR jelas merupakan kemunduran demokrasi dan melukai serta menyakiti rakyat. Pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat itu adalah konsensus bangsa untuk tidak mengulangi lagi sejarah kelam kehidupan bangsa dan negara,” sambungnya.

Selain pemilihan presiden oleh MPR, Partai Demokrat juga menolak kepala daerah dipilih oleh DPRD atau pemilihan secara tidak langsung.
"Karena masyarakat di daerah juga memiliki hak untuk memilih langsung pemimpin di daerahnya serta menentukan dan merencanakan masa depan daerahnya," ujar Hinca.

Tak hanya itu, Hinca menyebut bahwa Demokrat juga menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia menyebut, dua kali masa jabatan sudah paling tepat dan dinilai cukup.

“Belajar dari pengalaman sejarah bangsa kita, dua kali masa jabatan presiden adalah yang paling tepat dan dinilai cukup. Kekuasaan presiden yang terlalu lama di tangan satu orang cenderung untuk disalahgunakan,” ungkap Hinca.

"Hal ini juga berlaku banyak di negara demokrasi lainnya di dunia. Kekuasaan presiden yang terlalu lama di satu orang cenderung untuk disalahgunakaan (abuse of power). JASMERAH: Jangan sekali-kali kita melupakan sejarah," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani