• News

  • Peristiwa

Kepala BMKG Ungkap Karakter Tsunami ‘Milenial‘

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati
Swadium
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati

ACEH BESAR, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati berpesan untuk pentingnya membangun kesiapsiagaan bencana. Menurutnya gempa tidak hanya dipicu oleh pergerakan lempeng tetapi juga pergerakan sesar di darat.

Menghadapi hal itu, menurutnya Keluarga Tangguh Bencana (Katana) menjadi penting, bagaimana bisa bersiap sebelum kejadian gempa. Misalnya dengan cek bangunan rumah apakah cukup kuat atau tidak.

Dalam beberapa kajian paleotsunami, Dwikorita mengutip Profesir Ron Harris dari Universitas Brigham Young terkait jargon 20-20-20. Jargon tersebut sangat spesifik seperti untuk wilayah Pacitan, namun Dwikorita berpesan untuk keluarga tetap bersiaga.

Apabila sudah terasa goncangan gempa selama 10 detik, ini pun bisa menjadi peringatan untuk segera mengevakuasi keluarga.

"Contoh, tsunami 'milenial' dengan karakter yang di luar perhitungan manusia. Belajar dari gempa dan tsunami Palu, dalam 2 menit tsunami telah tiba," kata Dwikorita.

Pernyataan disampaikan Dwikorita saat disematkan rompi juru keluarga tangguh bencana, disingkat 'Juragan.' Para penerima rompi merepresentasikan pihak-pihak yang dapat berperan untuk mengantarkan keluarga di Indonesia menjadi keluarga tangguh bencana.

Katana ini merupakan bagian dari Desa Tangguh Bencana (Destana) dengan sasaran  prioritas masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Program yang akan diimplementasikan pada tahun 2020 ini diharapkan mampu untuk meningkatkan keselamatan dan ketangguhan keluarga dalam menghadapi kemungkinan atau potensi bahaya. 

Sementara itu, kunci Katana adalah keterlibatan multi pihak atau kemitraan lintas sektor. Katana bukan milik BNPB tetapi program bersama baik di pemerintahan maupun pemangku kepentingan lain.

Komponen untuk membangun keluarga yang tangguh menyasar pada tahapan kesadaran risiko bencana, pengetahuan serta keberdayaan. Keberdayaan memiliki makna setiap individu maupun kita sebagai anggota keluarga mampu menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan warga sekitar.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati