• News

  • Peristiwa

Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Kasus Jiwasraya, Begini Respon Ketua MPR

Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah)
KSP
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bergerak cepat dan tepat untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan menetapkan, menangkap dan menahan lima orang tersangka. 

Lima orang tersebut antara lain Hary Prasetyo (Direktur Keuangan Jiwasraya 2013-2018), Hendrisman Rahim (Direktur Utama Jiwasraya 2002-2018), Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hanson International), Heru Hidayat (Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera), dan Syahmirwan (Pensiunan Jiwasraya).

"Pengusutan tak boleh berhenti sampai disitu. Pengembangan penyidikan harus tetap dilakukan oleh Kejaksaan Agung, karena tak menutup kemungkinan berbagai pihak dari luar Jiwasraya juga turut terlibat," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

"Pada prinsipnya, siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Mengingat selain telah menyengsarakan rakyat pemegang polis, mereka juga telah membuat malu Indonesia lantaran memperburuk citra kinerja BUMN di mata internasional," sambungnya. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, penyelesaian skandal Jiwasraya dengan menyeret para pelakunya ke hadapan hukum merupakan tantangan yang tak mudah bagi Kejaksaan Agung. Hambatan maupun intimidasi dari berbagai pihak, kemungkinan besar akan terjadi.

"Kejaksaan Agung tak boleh gentar menegakan hukum. Tak perlu takut dengan hambatan, tekanan, maupun intimidasi. Karena ada kekuatan rakyat yang jauh lebih besar mendukung Kejaksaan Agung. Buktikan kepada rakyat bahwa Kejaksaan Agung sangat bisa diandalkan dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.

Bamsoet juga mengingatkan pekerjaan rumah Kejagung belum berhenti sampai penetapan, penangkapan, dan penahanan kelima tersangka saja. Kejagung, lanjutnya, masih harus mengumpulkan berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara kelima tersangka. 

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, jangan sampai karena lemahnya alat bukti, membuat kelima tersangka lolos dari jerat hukum di proses pengadilan.

"Skandal Jiwasraya menjadi warning bagi seluruh BUMN, khususnya yang bergerak di bidang usaha asuransi, agar tak main-main dalam mengelola uang rakyat. BUMN sebagai wajah Indonesia dalam mengelola bisnis usaha, sepatutnya menjadi kebanggaan nasional dihadapan internasional. Bukan malah membuat malu bangsa lantaran ketidakbecusan tata kelola manajemennya," pungkas Bamsoet. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli