• News

  • Peristiwa

Setuju dengan Luhut, Ferdinand: Sudah Sepatutnya Perampok Jiwasraya Dimiskinkan!

 Setuju dengan Luhut, Ferdinand: Sudah sepatutnya perampok Jiwasraya dimiskinkan!.
BUMN
Setuju dengan Luhut, Ferdinand: Sudah sepatutnya perampok Jiwasraya dimiskinkan!.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean setuju dengan pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta agar koruptor yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diganjar hukuman berat, bahkan bila perlu dimiskinkan.

Alasan Ferdinand sepakat dengan pernyataan Luhut, karena menurutnya pelaku dugaan skandal Jiwasraya yang ditaksir merugikan negara Rp13,7 triliun itu sudah menyengsarakan rakyat. Padahal, rakyat untuk mendapatkan uang itu dengan susah payah.

"Sudah sepatutnya memang para rampok Jiwasraya ini dimiskinkan.
Mereka tanpa rasa takut merampok uang rakyat yg didapat rakyat dari susah payah," tulis Ferdinand diakun twitternya, Jumat (17/1/2020).

"Saya setuju dengan pernyataan pak Luhut ini, miskinkan dan hukum berat para rampok Jiwasraya," cuit @FerdinandHaean2.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meminta koruptor yang terlibat dalam kasus korupsi Jiwasraya dihukum berat. Menurut Luhut, salah satu hukuman berat yang membuat jera ialah dibuat miskin.

"Bisa enggak dimiskinkan orang-orang itu (koruptor Jiwasraya) supaya kapok? Jangan hanya dipenjara 5 tahun," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Purnawirawan TNI itu menilai, hukuman dengan masa kurungan yang mungkin akan menjerat koruptor, tidak akan membuat mereka jera.

Ihwal perkembangan pengusutan kasus Jiwasraya, Luhut mengakui telah memperoleh laporan dari Kementerian BUMN. Kementerian tersebut juga telah memilin benang kusut dari informasi-informasi terkait dugaan penyelewengan.

"Struktur-strukturnya memang sudah hampir ketemu untuk diselesaikan. Tapi memang ada langkah-langkah yang harus dilakukan," pungkas Luhut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani