• News

  • Peristiwa

Polda Kalsel Buru Pemilik Narkoba 32,6 Kg, Bukti Transaksi Ungkap 600 Kg Lolos Sejak 2018

Hasil tangkapan Ditresnarkoba Polda Kalsel.
Polda Kalsel
Hasil tangkapan Ditresnarkoba Polda Kalsel.

BANJARMASIN, NETRALNEWS.COM - Ditresnarkoba Polda Kalsel saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap satu pelaku terduga sebagai pemilik narkoba seberat 32,6 kilogram berinisial HR

"HR diduga sebagai pemilik narkoba tersebut dan saat ini masih kami lakukan pengejaran," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Wisnu Widarto Sik di Banjarmasin, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, pemilik narkoba itu masuk dalam jaringan narkoba internasional yang mana meliputi Malaysia, Sumatera, Jawa Timur dan Kalimantan.

"Dari rangkaian pengungkapan narkoba dengan berat 32, 6 kg itu diketahui para pelaku yang tertangkap maupun yang masih buron masuk dalam jaringan narkoba internasional," kata Wisnu.

Diketahui, tangkapan sebesar 32,6 kilogram itu memecahkan rekor baru untuk tangkapan di wilayah Polda Kalsel. Sebelumnya, pernah disita narkoba seberat 20 kilogram pada Juli 2018.

"Kami sangat apresiasi dan penghargaan luar biasa kepada Kapolda Kalsel dan jajaran atas pengungkapan besar jaringan internasional ini. Alhamdulillah narkoba ini tidak jadi beredar," kata

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyatakan, pihaknya mengapresiasi dan sangat menghargai keberhasilan Polda Kalsel menangkap narkoba sebanyak itu.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu mengaku tak bisa membayangkan jika narkoba yang disita sampai beredar, karena betapa banyak korban yang menderita diracuninya.

"Estimasi polisi dari total barang bukti ini, Ditresnarkoba Polda Kalsel telah menyelamatkan sebanyak 237.119 orang terhindar dari penyalahgunaan narkoba," ucapnya.

Wisnu Widarto menjelaskan, tersangka SA ditangkap pada Sabtu (18/1) pukul 14.45 WITA di Jalan Pembangunan 1 Kelurahan Belitung Selatan, Kota Banjarmasin saat melakukan transaksi narkotika.

Kemudian Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kalsel melakukan penggeledahan ke rumah kontrakannya di Jalan Rawasari VII Banjarmasin hingga ditemukan total barang bukti narkotika sebanyak 32.615,48 gram.

Barang bukti terdiri dari sabu-sabu 26,3 kilogram, pil sabu-sabu 19.900 butir, sabu-sabu jenis Yaba 2,1 kilogram, kapsul ekstasi 600 butir, pil ekstasi 9.143 butir serta serbuk ekstasi seberat 505 gram.

"Tersangka berperan sebagai penjaga gudang penyimpanan. Barang dari jaringan Malaysia yang dibawa melalui jalur laut ke Sumatera transit ke Subabaya hingga sampai ke Banjarmasin lewat pelabuhan," papar Wisnu.

Dari hasil temuan bukti transaksi yang direkap pemuda 28 tahun kelahiran Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut itu, pada tahun 2018 ada 212 kilogram narkotika terjual, kemudian 2019 ada 389 kilogram.

"Jadi total sekitar 600 kilogram beredar sepanjang dua tahun terakhir. Sementara yang berhasil kita ungkap hanya 10 persennya saja," kata Wisnu seperti dilansir Antara.

Selain dikenakan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 20 tahun dan maksimal hukuman mati, tersangka juga dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan nilai aset yang disita Rp2 miliar.

Editor : Irawan.H.P