• News

  • Peristiwa

Apresiasi Sikap Jokowi Soal Gereja di Karimun, Abu Janda: Netijen Is King

Pegiat media sosial Permadi Arya.
JP Pos
Pegiat media sosial Permadi Arya.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah merespon dengan cepat kasus penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Dalam hal ini Presiden telah memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menyelesaikan kasus tersebut dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu.

"Terima kasih pak Jokowi. Sempat sedih tapi ternyata bapak respon cepat. Harapan periode ke-2 lumayan pulih lagi," tulis Permadi di akun Twitternya, @permadiaktivis, Rabu (12/2/2020).

Selain berterima kasih kepada Presiden, ia juga mengucapkan selamat kepada warganet (netizen) yang telah memviralkan kasus penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di media sosial.

"Congrats buat Netijen yang sudah gigih bising di medsos. Ini bukti kekuatan jempol kita. NETIJEN IS KING, bukan konten is king. Salute!" kata pria yang populer disapa Abu Janda itu.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyoroti kasus penolakan renovasi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Jokowi menyebut seharusnya masalah ini bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat, namun ia melihat tidak ada pergerakan.

"Mestinya daerah bisa menyelesaikan ini, tapi saya lihat karena tidak ada pergerakan di daerah," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Karena pemda tidak bergerak, Presiden langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menko Polhukam Mahfud Md turun tangan menyelesaikan kasus tersebut.

"Jadi saya perintahkan Menko Polhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. 
Baik yang berkaitan dengan gereja yang ada Karimun Tanjung Balai, maupun masjid yang ada di Minahasa Utara," 


"Harus dirampungkan. Karena jadi preseden yang tidak baik bisa menjalar ke daerah lain," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


Presiden menegaskan, konstitusi menjamin kebebasan warga memeluk agama. Untuk itu, ia meminta Idham dan Mahfud menindak kelompok atau masyarakat yang intoleran.


"Tadi juga sudah saya perintahkan kepada Menko Polhukam, Kapolri, untuk menjamin terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan menindak tegas kelompok-kelompok atau masyarakat yang mengganggu berjalannya sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. Jangan sampai intoleransi ada," tegas Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani