• News

  • Peristiwa

Mengaku Diancam Setelah Sebut FPI Organisasi Preman, Ade: Mereka Itu Jahat

Dosen dari Universitas Indonesia, Ade Armando.
Teropong Senayan
Dosen dari Universitas Indonesia, Ade Armando.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen dari Universitas Indonesia, Ade Armando mengungkapkan, karena pernyataannya yang menyebut Front Pembela Islam ( FPI) sebagai 'organisasi preman bangsat berkedok agama,' dirinya mendapat caci maki dan ancaman via WhatsApp (WA), bahkan ada yang mengancam membunuhnya.

Adapun Ade menyebut FPI sebagai 'organisasi preman bangsat berkedok agama' saat hadir sebagai narasumber sebuah acara talk show di Channel YouTube Realita TV yang diunggah pada (3/2/2020).

"Saya memang di sana menyebut FPI sebagai organisasi preman bangsat berkedok agama. Maka caci maki dan ancaman pun berhamburan terutama melalui WA. Ada yang mengatakan 'jangan ngomong aja, duel yuk!' Duel?" sambungnya," kata Ade dalam video yang diunggah oleh Channel YouTube Cokro TV, dikutip netralnews.com Jumat (14/2/2020).

"Seorang teman juga mengirim percakapan di WAGnya dimana seorang anggota menyatakan 'bunuh aja, halal bunuh orang munafik begitu.' Saking pedulinya teman saya itu sampai mengingatkan saya untuk berhati-hati," ujarnya.

Meski mendapat ancaman dan caci maki, Ade menyebut bahwa kebenaran harus ditegakkan, karena baginya FPI adalah organisasi yang jahat.

"Buat saya kita memang tidak pantas lagi berpura-pura soal FPI. Saya bukanya tidak takut dengan ancaman semacam itu, tapi begini ya, kebenaran harus ditegakkan, itu kewajiban orang beragama," paparnya.

"Kenapa kita harus ragu-ragu mengungkapkan FPI adalah organisasi yang jahat? Mereka itu jahat," tegas Ade.

Ade menjelaskan, dulunya FPI dibiarkan dan dilindungi oleh pemerintah dengan berbagai alasan. Akibatnya, organisasi yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab itu terus membesar dan semena-mena.

"Mereka itu dulu dibiarkan dan bahkan dilindungi pemerintah karena banyak alasan. Mungkin dengan imbalan bahwa mereka akan mendukung pemerintah, mungkin dalam rangka menjaga agar mereka jangan bikin rusuh di mana-mana, atau mungkin juga agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Tapi akibatnya mereka terus membesar dan semena-mena," paparnya.

Ade menambahkan, FPI juga bukan kumpulan orang-orang soleh. Bahkan ia menyebut kelakuan Habib Rizieq tidak mencerminkan seorang ulama yang layak jadi panutan.

" FPI itu bukan kumpulan orang-orang soleh, lihat saja orang-orangnya. Imam besar mereka Rizieq Shihab bukanlah ulama berpendidikan Islam yang mendalam. Dia kebetulan saja beretnik Arab, fasih bicara Arab dan bisa membangun citra bahwa dia keturunan Nabi Muhammad. Kelakuannya sama sekali tidak mencerminkan seorang ulama yang layak jadi panutan," ungkapnya.

"Jangan lupa lho, dia itu menyerukan revolusi di Indonesia untuk melawan Pemerintah sah. Dia menolak demokrasi, dia menghina Kristen, dia terlibat dalam skandal chat mesum. Dan sampai sekarang dia masih dipercaya sebagai Imam Besar FPI," jelasnya.

Tak hanya Habib Rizieq, Ade menuding Ketua FPI saat ini, Sobri Lubis juga berangasan.

"Ketua FPI sekarang Sobri Lubis juga beda-beda tipis, berangasan. Saya masih menyimpan video di saat dia menyerukan pendukungnya untuk membunuh pemeluk Ahmadiyah. Di panggung dia bilang 'Ahmadiyah itu halal darahnya.' Itu ulama macam apa? Dia menyerukan pembunuhan orang-orang Ahmadiyah hanya karena beda pendapat," tuturnya.

Dalam video berdurasi 6,3 menit itu, Ade juga menyinggung bagaimana FPI menyerang Aksi Damai Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monas pada 2008 lalu.

Selain itu, Ade juga mengungkapkan bagaimana FPI mengancam dan menyerbu kantor majalah Playboy pada 2006 lalu. "Keberangasan FPI tercatat rapi dalam sejarah," tandasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian