• News

  • Peristiwa

Bangun Benoa Maritime Tourism Hub Diharapkan Perkuat Pariwisata Bali

Bangun Benoa Maritime Tourism Hub diharapkan perkuat pariwisata Bali.
Kemenparekraf
Bangun Benoa Maritime Tourism Hub diharapkan perkuat pariwisata Bali.

BENOA, NETRALEWES.COM - Dalam pengerjaan proyek Benoa Maritime Tourism Hub, Kementerian BUMN dan Pelindo mengajak pihak profesional untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan dengan harapan pembangunannya tetap memperhitungkan keseimbangan alam.

"Kami mendorong agar PKBL perusahaan yang bergerak di bawah Kementerian BUMN memberikan sumbangan terhadap lingkungan sebanyak 5 persen dan sumbangan terhadap pendidikan terhadap 30 persen," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam siaran persnya, Sabtu (15/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menyatakan bahwa langkah yang ditempuh Pemda Bali dalam membentuk Tourism Hub sangat tepat.

"Inilah saatnya kita meningkatkan daya tarik pariwisata di Bali melalui Benoa Maritime Tourism Hub. Selain itu, kita juga harus melakukan sejumlah strategi agar wisatawan yang datang menghabiskan waktu yang lebih lama sehingga dapat meningkatkan pendapatan devisa melalui pariwisata. Sekarang ini, pariwisata kita dorong baik secara kuantitas jumlah kunjungan dan perjalanan, maupun secara kualitas berupa jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap wisatawan yang berkunjung," ujarnya.

Dia melanjutkan, pembangunan infrastuktur juga harus terus dilakukan di daerah yang memiliki potensi kedatangan wisatawan sehingga promosi yang dilakukan bisa berjalan optimal. Sebagai contoh, promosi pariwisata Thailand yang dilakukan melalui kuliner. Hal tersebut dinyatakan berhasil karena kuliner terbukti membawa pariwisata Thailand semakin populer di dunia.

Mengenai pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub, Menparekraf berharap keberadaannya juga mendorong sektor ekonomi kreatif semakin berkembang di Bali.

Sementara itu Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada sejumlah BUMN dan kementerian/lembaga yang turut mendukung rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, melalui perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

“Dari data, disebutkan bahwa rata-rata wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar hanya menghabiskan waktu 6-8 jam untuk bersandar dan melakukan aktivitas pariwisata. Dengan pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub ini, diharapkan lama kunjungan wisatawan pun dapat meningkat,” kata Doso.

Selain pembangunan fasilitas kapal, Pelindo juga menggandeng sejumlah UKM unggulan untuk membuka toko di sekitar pelabuhan sehingga laju perekonomian pun semakin bertumbuh.

Doso melanjutkan, target pengerjaan Benoa Maritime Tourism Hub akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan dan rencananya akan selesai pada 2023.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung langkah yang dilakukan Pemda Bali untuk memajukan daerahnya terutama dalam hal pariwisata.

"Kami terbuka untuk bekerja sama mewujudkan pariwisata yang semakin berkembang terutama dalam hal pembangunan Benoa Maritim Tourism Hub,” kata Sofyan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN, Erick Tohir ;  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio ;  Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil ; Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia ; Staf khusus (stafsus) Menteri BUMN bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga menyaksikan penandatanganan MoU yang salah satunya tentang penataan BUMN di lingkungan Benoa Exsisting antara Pertamina, Indonesia Power, Perikanan Nusantara, Perum Damri, PNM, WIKA yang dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo III bersama Direktur Utama Pertamina, Indonesia Power, Perinus, Damri dan PNM.

Dikesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, beserta Menteri BUMN, Erick Tohir, dan rombongan berkesempatan meninjau langsung lokasi Pelabuhan Benoa. Rombongan berkeliling dan menyaksikan langsung penataan dan pengelolaan fasilitas di Pelabuhan Benoa, Bali.


Editor : Sulha Handayani