• News

  • Peristiwa

Ade Armando Puji Ahok Sebagai Salah Satu Warga Terbaik Indonesia, Tapi...

Ade Armando Puji Ahok Sebagai Salah Satu Warga Terbaik Indonesia.
seword
Ade Armando Puji Ahok Sebagai Salah Satu Warga Terbaik Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando  mengomentari sentilan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai 'partai baru ngomong gede dan belum tentu teruji.'
"Pekan lalu ada cerita memprihatinkan, Ahok menyerang Partai Solidaritas Indonesia secara terbuka," kata Ade dalam video yang diunggah oleh channel YouTube Cokro TV,  Senin (24/2/2020).

Dalam video berdurasi 7,17 menit itu, Ade menyebut Ahok adalah orang baik dan PSI juga merupakan kumpulan orang-orang baik. Namun ia heran mengapa Ahok bisa menyerang partai yang dipimpin oleh Grace Natalie itu.

"Saya sih selalu percaya orang baik seharusnya bersatu dengan orang baik melawan orang-orang jahat. Ahok orang baik, PSI juga adalah kumpulan orang-orang baik. Karena itu saya nggak paham mengapa Ahok malah memilih untuk menjelekkan orang-orang PSI yang pernah mendukungnya dengan tulus," ujarnya.

Ade pun mengaku kecewa dengan apa yang disampaikan Ahok tentang PSI. "Bagi saya, apa yang dilakukan Ahok sangat mengecewakan. Sikap ini adalah contoh terbaik tentang bagaimana perjuangan masyarakat sipil dihabisi oleh pertikaian di dalam diri sendiri," ucap dia.
Ade menduga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu terbawa perasaan (baper) dengan suatu hal yang membuatnya gelap mata hingga tidak berpandangan objektif tentang PSI.

"Saya tidak meragukan sedikitpun integritas Ahok, dia salah seorang warga terbaik di Indonesia. Tapi mungkin cara berpikirnya yang memang sangat sederhana atau mungkin juga dia baperan," terangnya.

"Pasti ada sesuatu yang menyebabkan dia marah pada PSI, tapi kemarahannya itu membuat dia gelap mata. Dan kebaperannya itu jelas digunakan oleh kelompok-kelompok yang membenci PSI. Ahok kehilangan pandangan objektif tentang PSI," jelas Ade.

Sebelumnya, dalam acara peluncuran buku 'Panggil Saya BTP' di Jakarta, Senin (17/2/2020), Ahok mengatakan dirinya tidak merasa dilema apabila dihadapkan pada pilihan PDIP atau PSI. Ahok juga mengungkapkan alasan dirinya memilih bergabung dengan PDIP.

"Enggak ada dilema PDIP atau PSI. Saya berpikir suatu negara yang begitu tegang, dalam keadaan negara terbelah, kita harus punya satu partai nasionalis yang besar. Saya memimpikan PDIP bisa di atas 33 persen," kata Ahok.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu lantas menyinggung bahwa partai baru mungkin bisa saja ngomong besar, namun belum tentu bisa teruji ketika partai tersebut masuk ke parlemen. "Partai baru (cuma) bisa ngomong gede. Masuk ke dalam belum tentu teruji," ucap Ahok.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani