• News

  • Peristiwa

PSI Galang Petisi Berhentikan Komisioner KPAI terkait ‘Hamil di Kolam‘ 

Juru bicara PSI Dara Nasution
Kronologi
Juru bicara PSI Dara Nasution

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggalang petisi di situs Change.org buat memberhentikan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty terkait dengan pernyataan 'Hamil di kolam renang'.

Unggahan tersebut diberi caption ketidakbecusan Komisioner KPAI sukses mendapat perhatian-perhatian media-media seluruh dunia. Pernyataan bu Sitti sukses mempermalukan dunia.

Dalam halaman petisi diberi judul Berhentikan Komisioner KPAI Penyebar Kebohongan. Pengagas petisi dituliskan oleh juru bicara PSI Dara Nasution di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Sekarang ini, petisi sudah ditandantangani 6.899 orang. Petisi sudah digalang sejak tiga hari lalu.

Pada penggalangan petisi itu Dara menuliskan Komisoner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa perempuan bisa hamil karena berada dalam satu kolam renang bersama laki-laki.

Sitti berpendapat, ada jenis sperma tertentu yang bertahan di kolam renang dan tetap dapat membuahi perempuan yang sedang dalam masa subur, meski tanpa penetrasi.

Pernyataan ini tentu menyesatkan. Namun, lebih jauh lagi, ini menunjukkan inkompetensi seorang pejabat publik yang memiliki tanggung jawab tidak main-main; melindungi 75 juta anak Indonesia.

Kerja-kerja perlindungan anak harus berada tangan para sosok berintegritas dan berwawasan. Tidak bisa diserahkan pada sosok inkompeten seperti Ibu Sitti.

Inkompetensi terlihat jelas dari ketidakmampuannya mencerna dan memilah informasi. Padahal, informasi semacam proses kehamilan itu terbilang elementer.

Oleh karena itu, saya mendesak KPAI, Komisi VIII DPR RI, dan Presiden Jokowi untuk memecat Ibu Sitti dari jabatannya sebagai Komisioner KPAI. Kita sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak jika menyerahkan mereka dalam naungan sosok seperti Bu Sitty. Membiarkan Bu Sitty tetap di KPAI adalah langkah keliru.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati