• News

  • Peristiwa

Di Warung Makar, Ridwan Saidi Hingga Lieus Sungkharisma Serukan Persatuan Bangsa

DI Warung Makar, para tokoh dari berbagai kalangan sepakat untuk memulai gerakan 'Persatuan Bangsa.'
NNC/Adiel Manafe
DI Warung Makar, para tokoh dari berbagai kalangan sepakat untuk memulai gerakan 'Persatuan Bangsa.'

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Budayawan Ridwan Saidi, Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi dan sejumlah aktivis serta tokoh masyarakat berkumpul di Warung Makar, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, Kamis (27/2/2020).

Lewat acara 'Kongkow Kamisan' ini, para tokoh dari berbagai kalangan itu sepakat untuk memulai gerakan 'Persatuan Bangsa.' Sebuah gerakan yang bertujuan untuk merangkul seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu dan menyudahi semua kegaduhan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

"Sebenarnya pembicaraan ini mengalir begitu saja dengan Lieus. Lieus bilang 'persatuan kita yang sedikit berkabut, nggak ada orang yang memulai (merajut kembali persatuan). Gimana kalau di Warung Makar ini kita buat acara.' Itu mulainya. Saya jelaskan 'saya tidak mau bicara politik, saya mau bicara peradaban di sini (Warung Makar)," kata Ridwan Saidi.

"Saya bilang 'Bakmie Makar itu dikasih sub judul Warung Peradaban. Disinilah kita memulai kembali.' Kemudian ada sokongan dari Muslimin Arbi, aktivis yang kita tidak ragukan lagi. Ayo kita bekerja sekarang untuk persatuan bangsa. Mana yang paling krusial, misalnya hubungan orang Tionghoa dengan yang lainnya, ayo kita mulai selesaikan, kenapa nggak," ujarnya.

Menurut Ridwan, persepsi atau atribut yang disematkan pada suatu kelompok menjadi isu yang mengemuka saat ini hingga membuat polarisasi yang kian tajam di masyarakat. Hal tersebut, kata Ridwan, harus dihentikan.

"Saya melihat banyak pandangan- pandangan, istilah sosiologisnya stereotype, cap-capan, dicap begini, dicap begitu, nah itu kita harus keluar dari situ. Jadi kita harus tampillah untuk menyerukan persatuan. Semua adalah bangsa Indonesia, kita sama-sama bertanggung jawab," ucap dia.

Ridwan menambahkan, kabut yang menyelimuti persatuan saat ini, juga tak lepas dari panasnya 'perang' di sosial media (sosmed). Ia menegaskan, masalah itu mesti diredakan.

"Kalau kita baca, melihat pesan-pesan yang ada di sosmed itu kan kita serem. Nah, keadaan panas di sosmed itu harus kita redakan. Itu tanggung jawab kita sebagai pemimpin. Bersatu kita semua, kalau kita nggak bersatu kan susah," paparnya.

"Kita capek kalau begini terus. Mari sekarang kita memperkuat diri kita masing-masing, orang mau upload apapun, hak orang kan ya, nggak bisa ada larangannya, nah kita menguatkan diri kita, jaga diri, jangan ada masalah- masalah, hubungan terganggu antarkelompok dalam masyarakat, kelompok-kelompok agama," tandas Ridwan.

Hal yang sama disampaikan Lieus Sungkharisma. Ia menyebut, akhir-akhir ini energi bangsa nyaris terkuras habis hanya karena ribut-ribut soal perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lain, terutama perbedaan pilihan politik.

"Setiap hari kita hanya menghabiskan energi karena ribut-ribut soal beda pilihan politik. Padahal masih banyak urusan bangsa ini yang jauh lebih penting. Tapi kita terus menerus terjebak dalam pemikiran dan tindakan yang menonjolkan perbedaan," ungkapannya.

Untuk mengakhiri semuanya itu, lanjut Lieus, semua elemen bangsa harus bersatu. "Sudahi semua perdebatan- perdebatan yang tidak perlu. Sekarang ini bukan lagi saatnya kita bicara nomor satu, nomor dua, tapi nomor tiga, Persatuan Indonesia," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P