• News

  • Peristiwa

Parah! ODP Corona Bertambah Melonjak, Ribuan Warga Jakarta Libur Malah Mudik

Ilustrasikondisi Terminal Induk Giri Adipura, Kabupaten Wonogiri,
foto: portalika
Ilustrasikondisi Terminal Induk Giri Adipura, Kabupaten Wonogiri,

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin hari kian meluas justru karena tindakan salah kaprah yang dilakukan masyarakat Indonesia.

Pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat melakukan social distancing yakni isolasi diri di rumah, namun, sepertinya masih banyak orang yang tidak mematuhi himbauan tersebut.

Keputusan pemerintah untuk meliburkan sekolah dan memberlakukan perintah kerja dari rumah nampaknya disalah artikan oleh beberapa orang, bahkan ada yang memanfaatkan untuk mudik. Sayangnya hal itu kemudian berakibat fatal.

ODP di Sumedang bertambah

Hal ini salah satunya terjadi dalam kasus bertambahnya Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus corona atau Covid-19, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bertambah menjadi 1.807 orang.

Penambahan ini terjadi seiring warga asal Sumedang pulang kampung atau mudik dari tempat mereka bekerja atau mengais rezeki seperti di Jakarta, dan wilayah Jabodetabek.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Pemkab Sumedang memberlakukan isolasi lokal kewilayahan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Dony menuturkan, isolasi lokal kewilayahan ini diberlakukan di Kecamatan Sumedang Selatan, dengan adanya satu warga positif Covid-19, dan kini menjalani isolasi di RSUD Sumedang.

Mudik massal di Wonogiri

Jumlah orang mudik bertambah dapat dilihat dari jumlah penumpang bus asal Jabodetabek yang datang ke Terminal Induk Giri Adipura, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

"Kami mencatat, jumlah kedatangan penumpang bus AKAP dari DKI Jakarta (dan sekitarnya) di Terminal Induk Giri Adipura dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan," ujar Kepala Terminal Induk Giri Adipura Krisak, Agus Hasto Purwanto, Rabu (25/3) seperti dilansir Kumparan.

Agus mengungkapkan kedatangan bus dari Jabodetabek pada 15 Maret ada sebanyak 96 armada dan jumlah penumpang 1.364 orang. Kedatangan penumpang dari Jakarta pada tanggal 16 Maret sebanyak 99 bus dengan jumlah penumpang 1.401 orang.

Kemudian pada tanggal 17 Maret ada sebanyak 91 bus dengan jumlah penumpang 1.422 orang. Lalu pada tanggal 18 Maret ada 95 bus dengan jumlah penumpang 1.404. Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret ada 118 bus dengan jumlah penumpang 1.797 orang.

"Pada tanggal 20 Maret ada 125 bus, jumlah penumpang 2.124 orang. Bertambah lagi pada tanggal 21 Maret 121 bus, jumlah penumpang 2.003. Terakhir data kami pada tanggal 22 Maret 131 bus, jumlah penumpang 2.625 orang," ujar Agus.

Dia mencatat selama delapan hari kemarin total bus AKAP yang datang sebanyak 876 armada dan penumpang sebanyak 14.140 orang. Peningkatan jumlah kedatangan penumpang sebanyak ini biasanya terjadi pada saat arus mudik Lebaran.

"Ya, kali ini pelonjakan jumlah kedatangan penumpang di terminal setelah Jakarta berstatus tanggap darurat corona," kata Agus. Seperti diketahui, Gubernur Anies Baswedan mengumumkan status tanggap darurat corona pada 20 Maret.

Editor : Taat Ujianto