• News

  • Peristiwa

Jokowi Hadiri Pertemuan G20 Saat Sedang Berduka, Sri Mulyani Bilang Begini

Menkeu Sri Mulyani mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT Luar Biasa G20 itu bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Seskab
Menkeu Sri Mulyani mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT Luar Biasa G20 itu bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terharu dan bangga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut, Jokowi adalah sosok pemimpin dengan dedikasi luar biasa dan komitmen tiada tara untuk bangsa dan negara Indonesia. 

Hal itu disampaikan Sri Mulyani setelah melihat Presiden Jokowi yang masih dalam suasana berduka karena ditinggal sang ibu, Sujiatmi Notomiharjo, namun tetap mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 untuk membahas upaya penanganan wabah virus corona (Covid-19). 

Diketahui, usai pemakaman ibunda tercinta, Sujiatmi di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (25/3/2020) siang, Presiden Jokowi langsung kembali ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti KTT Luar Biasa G20 pada malam harinya. 

"Meskipun masih dalam suasana sangat berduka dan baru selesai melaksanakan pemakaman Ibunda tercinta, Ibu Sudjiatmi Notomihardjo, malam ini mulai pukul 19.00 di Istana Bogor, Presiden Jokowi menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan pimpinan G20 untuk membahas pandemi Covid 19," tulis Sri Mulyani di akun Instagramnya, Kamis (26/3/2020). 

"Seorang pemimpin dengan dedikasi luar biasa dan komitmen tiada tara untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Sungguh terharu dan bangga..!" kata Sri Mulyani yang juga turut mendampingi Jokowi dalam KTT Luar Biasa G20 itu bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selain mengungkapkan rasa haru dan bangga pada Presiden, Sri Mulyani juga membeberkan soal wabah corona yang dibahas dalam KTT Luar Biasa G20. 

Sebagai informasi, KTT Luar Biasa G20 ini digagas Arab Saudi selaku ketua G20 tahun ini. KTT diawali dengan sambutan pembukaan dari Raja Salman bin Abdulaziz AL Saud pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB.

Pertemuan virtual ini diikuti pimpinan negara dari 20 negara anggota G20, 7 negara undangan, 9 organisasi internasional, dan 2 organisasi regional. Organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF.

"Ancaman Covid-19 yang tidak mengenal batas negara telah menimbulkan banyak korban manusia. Covid 19 tidak lagi hanya menjadi masalah kesehatan namun telah menjadi ancaman kemanusiaan, sosial, ekonomi dan keuangan dunia," ujar Sri Mulyani

Untuk memerangi pandemi Covid-19, lanjutnya, pemimpin G20 meminta lembaga internasional WHO, UN, IMF dan World Bank bersama seluruh negara untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama kebijakan, instrumen dan langkah penanganan Covid-19. 

"Langkah penting meliputi kerjasama pencegahan penyebaran virus, melindungi pekerja di bidang kesehatan dan upaya menemukan vaksin secepat mungkin. Menangani dampak sosial ekonomi dan ancaman stabilitas sistem keuangan, dengan fokus melindungi masyarakat terutama yang paling lemah dan usah kecil menengah. 

Kerjanya global, tambah Sri Mulyani, perlu diperkuat dan dipererat untuk keberhasilan melawan ancaman Covid-19. "Seperti disampaikan oleh Raja Salman dari Saudi Arabia sebagai tuan rumah G20, Para Pemimpin G20 berkomitmen 'Bersama kita akan dapat mengatasi krisis Covid-19," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli