• News

  • Peristiwa

Natalius Pigai: Saya Tolak Darurat Sipil, Justru Menyebabkan Kematian Tak Terkontrol

 kemanusiaan Natalius Pigai
Suara Merdeka
kemanusiaan Natalius Pigai

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai menolak wacana pemerintah menerapkan darurat sipil dalam penanganan wabah corona (Covid-19) di Indonesia.

Natalius menyebut, darurat sipil sama dengan kudeta negara pada kebebasan sipil, sehingga rakyat tidak bisa berekspresi tentang kondisi yang mereka hadapi.

Hal ini, lanjut mantan Komisioner Komnas HAM itu, justru menyebabkan kematian tidak terkontrol.

"Darurat Sipil sama dengan Kudeta Negara pada kebebasan sipil (sipil liberties). Menentang kehendak umum tentang Demokrasi, HAM & Keadilan," tulis Natalius di akun Twitternya, Senin (30/3/2020).

"Saya tolak Darurat Sipil karena justru menyebabkan kematian tidak terkontrol karena Rakyat tidak berani berekspresi tentang kondisi mereka," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu diterapkan dalam menghadapi pandemi corona.

"Saya minta pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas bersama sejumlah menteri lewat video conference, Senin (30/3/2020)

Presiden menambahkan, pembatasan sosial berskala besar ini diiringi dengan adanya kebijakan darurat sipil. “Sehingga tadi juga sudah saya sampaikan perlu didampingi kebijakan darurat sipil," ujar Jokowi.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyebut, darurat sipil akan diberlakukan sebagai langkah terakhir dalam memerangi wabah corona.

"Presiden Jokowi menetapkan tahapan baru perang melawan Covid-19 yaitu: PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR dengan KEKARANTINAAN KESEHATAN. Hanya jika keadaan sangat memburuk dapat menuju Darurat Sipil” tulis Fadjroel di akun Twitternya, Senin (30/3/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli