• News

  • Peristiwa

Said Didu Kritik Jokowi: Nyawa Rakyat Dikejar Corona, Kau Siapkan Cambuk Darurat Sipil

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Media Indonesia
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu  mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait wacana pemberlakuan darurat sipil dalam penanganan wabah corona (Covid-19).

Menurut Said Didu, di negara lain yang dilanda wabah corona, pemerintahnya memberikan bantuan kepada rakyat berupa uang, makanan dan jaminan hidup.

Namun di Indonesia, lanjutnya, pemerintah justru mau menerapkan darurat sipil untuk mengejar rakyat.

"Rakyat dikejar corona, pemerintah mau terapkan darurat sipil untuk mengejar rakyat," tulis Said Didu di akun Twitternya, Senin (30/3/2020).

"Sementara di negara lain karena ada corona justru diberikan uang, makanan, jaminan hidup dll. Malang betul nasib rakyat di sini," sambung @msaid_didu.

Karenanya, eks anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu menyatakan menolak wacana darurat sipil.

"Nyawa rakyatmu dikejar corona,

mereka butuh bantuan. Tapi yang kau siapkan cambuk darurat sipil. #TolakDaruratSipil," tegas Said Didu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan kebijakan darurat sipil dalam menghadapi pandemi corona.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan  Corona yang digelar lewat video conference, Senin (30/3/2020).

"Saya minta pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi. Sehingga tadi juga sudah saya sampaikan perlu didampingi kebijakan darurat sipil," kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyebut, darurat sipil akan diberlakukan sebagai langkah terakhir dalam memerangi wabah corona.

"Presiden Jokowi menetapkan tahapan baru perang melawan Covid-19 yaitu: PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR dengan KEKARANTINAAN KESEHATAN. Hanya jika keadaan sangat memburuk dapat menuju Darurat Sipil” tulis Fadjroel di akun Twitternya, Senin (30/3/2020). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli