• News

  • Peristiwa

Suarakan Keadilan Minoritas, Perwira TNI Ditahan,Natalius Pigai: Ada yang Tak Beres di TNI

Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai.
Demokrasi
Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai mengomentari sikap TNI yang memberikan sanksi terhadap salah seorang perwira menengah TNI AD karena menyuarakan keadilan bagi agama minoritas.

Menurut Natalius, TNI sebagai alat Negera bukan sebagai alat kekuasaan. Untuk itu dirinya meminta adanya pembenahan ditubuh TNI.

"Ketika sy melihat kedua photo ini dibandingkan dgn hari ini, ada yg tidak beres dalam tubuh TNI yg harus diluruskan utk jaga marwa TNI sebagai alat negara bukan alat kekuasaan! (Natalius Pigai, Aktivis Kemanusiaan) .@jokowi, @OmbudsmanRH 37, @Puspom_ad, @Dahnilanzar," kata Natalius dalam akun Twitternya, @NataliusPigai2, Rabu (8/4/2020).

Sebelumnya Seorang perwira aktif TNI AD Letkol Aloysius Sandi Sudirman, yang bertugas di SECAPA Angkatan Darat, Bandung harus menanggung konsekwensi atas surat terbuka yang ditulis dan ditujukan kepada Presiden Jokowi & Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Isi surat tersebut, Letkol Aloysius Sandi Sudirman memprotes keras perlakuan tidak adil negara terhadap pemeluk agama minoritas dalam hal pembangunan tembat ibadah.

Salah satu contoh yang ia tulis adalah kasus renovasi pembangunan gereja di karimun yang IMB nya digugat ke PTUN

Karena surat terbuka yang ia tulis tersebut, Letkol Aloysius Sandi Sudirman kini harus mendekam di penjara.
Berdasarkan selebaran diatas, Letkol Aloysius Sandi Sudirman dikenakan sanksi hukuman disiplin militer dan ditahan selama 21 hari terhitung mulai 17 februari 2020 sampai dengan 8 maret 2020.

Netizen banyak bersimpati atas apa yang dialami oleh Letkol Aloysius Sandi Sudirman saat ini yang harus menerima hukuman disiplin militer lantaran berani menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi & Panglima TNI terkait perlakuan tidak adil negara terhadap pemeluk agama minoritas di NKRI ini

Sebelumnya, hukuman disiplin militer juga pernah dikenakan TNI AD terhadap seorang Dandim Kendari berpangkat Kolonel gara gara cuitan istrinya bernama Irma Zulkifli Nasution yang nyinyirin Menkopolhukam Wiranto saat diserang oleh teroris.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani