• News

  • Peristiwa

PA 212: Habib Umar Dipukul, Umat Islam Tersakiti, Pelaku Harus Serahkan Diri ke Polisi

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Istimewa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Video Habib Umar Abdullah Assegaf cekcok hingga berkelahi dengan petugas Satpol PP saat ditegur karena melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Surabaya, viral di media sosial.

Peristiwa itu mendapat tanggapan dari Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Ia mengecam keras tindakan oknum Satpol PP terhadap Habib Umar.

"Kami dari PA 212 mengecam keras tindakan biadab oknum aparat Satpol PP yang telah memukul Habib Umar Assegaf, yang beliau adalah ulama dan sudah sepuh," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (21/5/2020).

Karenanya, Novel meminta aparat kepolisian menangkap oknum Satpol PP itu dan diproses hukum karena sudah menganiaya Habib Umar. "Dan kami meminta aparat kepolisian menangkap Asmadi karena sudah melakukan penganiyaan yang merupakan tindakan pidana," tegasnya.

Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) ini menambahkan, jika aparat kepolisian tidak menangkap oknum Satpol PP itu, maka umat Islam akan membuat perhitungan dengan caranya sendiri.

"Karena kalau oknum Satpol PP tersebut atau petugas damkar tersebut tidak ditangkap, maka sudah dipastikan umat Islam yang cinta ulama akan membuat perhitungan dengan caranya sendiri. Dan data serta foto-foto oknum tersebut sudah viral di medsos maka tinggal ditunggu," ungkap Novel.

Pasalnya, Novel menyebut, tindakan oknum Satpol PP yang juga petugas PSBB itu bukan hanya menyakiti Habib Umar tapi juga menyakiti umat Islam.

"Urusan penganiayan ulama, bukan ulama tersebut saja yang tersakiti, tapi tindakan biadab itu telah menyakiti umat Islam," tandasnya.

Lebih jauh, Novel menghimbau supaya oknum Satpol PP itu segera menyerahkan diri ke polisi dan meminta maaf kepada umat Islam.

"Karena umat Islam sudah marah terhadap tindakan biadab tersebut, apalagi di bulan puasa," ungkap tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Untuk itu pelaku yang bersangkutan harus menyerahkan diri ke polisi dan meminta maaf kepada umat Islam," pungkas Novel.

Sebelumnya, viral di media sosial video

seorang pria yang mengenakan gamis putih terlibat cekcok dengan petugas PSBB. Pria itu kemudian mendorong salah satu petugas, dan petugas membalas dengan mendorong dan menendang pria tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menjelaskan, insiden bermula ketika polisi menghentikan mobil Toyota Camry warna hitam bernomor polisi N 1 B yang melaju dari arah Malang dan keluar di pintu keluar Tol Satelit Surabaya.

Polisi meminta pengemudi Toyota Camry itu putar balik karena melanggar PSBB.

Namun, dari dalam mobil ada salah satu penumpang yang melarang. Penumpang ini kemudian turun dan sempat terlibat cekcok dengan petugas pemeriksa.

Belakangan diketahui pria yang menggunakan Toyota Camry warna hitam dan cekcok dengan petugas PSBB adalah pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan, Habib Umar Abdullah AAssegaf

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan karena pelat mobil/nopol adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik). "Kedua, sopir tidak menggunakan masker. Ketiga, kapasitas (jumlah penumpang) melebihi," kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Karena diketahui melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kota Surabaya maka petugas gabungan pun meminta pengemudi dan pemilik mobil agar berputar balik.

Perwira dengan tiga melati emas itu menyatakan petugas sudah meminta pemilik mobil berputar dengan cara baik-baik, namun cara humanis petugas direspons oleh pria bergamis itu dengan kata-kata kasar.

Atas insiden tersebut, dia meminta di masa pandemik COVID-19, semua elemen masyarakat memahami dan memaklumi pentingnya kedisiplinan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Corona.

 

"Kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarganya," pungkas Trunoyudo. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli