• News

  • Peristiwa

Gus Nur: Yang Meresahkan Itu Rezim Bukan Habib, Netizen: Dia Cuma Mantan Pemain Debus

Sugi Nur Raharja atau Gus Nur
Minews.id
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penceramah dan pendakwah, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mengomentari Habib Bahar ditangkap lagi dan dijebloskan ke penjara oleh kepolisian. Gus Nur heran alasan Habib Bahar dibui lagi salah satunya dinilai meresahkan masyarakat.

Menurutnya yang meresahkan itu bukan Habib Bahar tapi BPJS naik.

Dalam channel YouTube-nya, Gus Nur mengulas alasan Habib Bahar dipenjara lagi yaitu melanggar ketentuan program asimilasi, melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai ceramahnya dinilai menyesatkan masyarakat.

Gus Nur merasa heran dengan penegakan pelanggaran itu terhadap Habib Bahar. Dia menilai ada diskriminasi terhadap habib berambut sebahu tersebut, sebab banyak juga pelanggaran serupa tapi tak ditindak oleh penegak hukum. Gus Nur lebih nggak habis pikir lagi soal alasan ceramah Habib Bahar menyesatkan.

Menanggapi pernyataan Gus Nur, pegiat media sosial Alexander Sakura membuat cuitan di akun Facebooknya, Jumat (22/5/2020), katanya:

Tidak pantas orang seperti Nur Sugik dipanggil Gus.

Orang ini aneh bisa menyandang gelar "Gus", meskipun bukan anak kyai. Dan yang paling nggegirisi, dia tidak pernah belajar agama secara khusus, bodoh dalam arti sebenarnya.

Karena konon, sekolah formalnya pun tak lulus SD. Nur Sugik bukan ustadz, apalagi kyai. Nur Sugik tak pernah ngaji secara serius. Pemahaman agamanya acak adut. Tidak jarang dia menafsirkan ayat Al-Qur’an secara sembrono.

Nur Sugik juga bukan anak kyai, jadi berhentilah memanggil dia dengan sebutan “Gus’, karena bukan putera kyai, dan tidak pernah mondok di pesantren manapun yang artinya bukan “Gus”, alias “Gus Abal-Abal” atau “Gus KW 12”.

Dia cuma mantan pemain debus. Celakanya banyak masyarakat kita yang cenderung menyukai orang-orang dengan sistem ceramah yang cenderung kasar dan dibumbui tabiat bersebrangan dengan pemerintah atau ormas keagamaan yang lain.

Modal baju gamis dan kopiah putih serta hadis dan ayat Al-Qur’an sedikit2 jadilah dia menasbihkan diri seorang dai.

Brand yang dia bangun adalah sosok pemberani, maka tak ayal para pengikut FPI begitu memujanya, tak ketinggalan para kadrun yang cètèk ilmu ikut gila.

Meskipun ceramahnya kasar dan sama sekali tidak pantas keluar dari mulut seorang dai tapi buat pengikutnya tak soal. Malah mereka jumpalitan senang. Ketahuan karakter kadrun kan suka yang terbalik bukan?

Dia konsisten menjek-jelekkan Presiden  Jokowi dan pendukungnya di setiap ceramahnya dengan dibumbuhi kata-kata kasar seperti ‘jancuk”. Ketika amanah (agama) dipasrahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.


Sementara sebelumnya, Gus Nur mengaku merasa heran dengan penegakan pelanggaran itu terhadap Habib Bahar. Dia menilai ada diskriminasi terhadap habib berambut sebahu tersebut, sebab banyak juga pelanggaran serupa tapi tak ditindak oleh penegak hukum. Gus Nur lebih nggak habis pikir lagi soal alasan ceramah Habib Bahar menyesatkan.

“Demi Allah yang meresahkan masyarakat itu bukan Habib Bahar. Demi Allah yang meresahkan masyarakat itu BPJS-nya naik. Coba perhatikan masyarakat sekitar, mereka semua kisruh carut marut, ekonomi, perdagangan, sosial politik bukan karena Habib Bahar. Perekonomian merosot bukan karena Habib Bahar, masyarakat resah itu karena BPJS-nya naik,” jelas Gus Nur dalam video Munjiat Channel dikutip Hops.id, Kamis 21 Mei 2020.

Dia menyindir rezim pemerintahan saat ini beserta anggota DPR yang mengkhianati amanat untuk menyejahterakan rakyat. Jadi apa yang dilakukan Habib Bahar menurutnya tak meresahkan.

“Habib Bahar enggak meresahkan, yang ngomong gitu itu orang munafik. Habib Bahar ceramah di depan umatnya dan mereka senang kok,” tuturnya.

Menurutnya biang keresahan masyarakat saat ini adalah rezim pemerintahan saat ini. Sudah jelas kondisi sedang sulit karena pandemi Covid-19, lha kok rezim pemerintahan malah menaikkan iuran BPJS, mudik dilarang namun TKA masuk terus ke Indonesia.

Gus Nur kemudian mengulas dalih Habib Bahar melanggar ketentuan PSBB.

“Halooo, dikira rakyat ini bodoh? Itu lho mal ngantri buka ngantri sampai berjubel. Pasar tradisional dioprak-oprak, mal tetap buka. Itu PSBB dilanggar halooo,” sindir Gus Nur.

Gus Nur juga menyinggung kondisi masyarakat saat ini yang sedang sulit. Dia menunjukkan petani di Malang membuang sayur hasil panen mereka, kontras dengan kebijakan pemerintah yang mengimpor sayur dari China.

“Itu yang meresahkan masyarakat. Coba saja adakan survei siapa sih yang meresahkan masyarakat, Habib Bahar atau rezim?” kata dia.

Gus Nur menyadari bagaimana situasi Habib Bahar yang begitu bebas langsung ceramah di pondok pesantrennya. Dia meyakini, Habib Bahar ceramah lantaran jemaahnya menunggunya, bukan karena keinginannya.

“Saya tahu situasinya beliau, itu paham saya. Kadang kita terjebak tuntutan dan kebutuhan umat. Mungkin kalau boleh milih, saya juga sama (nggak ceramah dulu). Mending diam, baru bebas ya ketemu anak becanda sama istri, tapi ada situasi dan kondisi yang membuat kita akhirnya terseret takdir itu, harus ceramah. Begitu datang bisa saya sudah disiapkan mimbar, sound system,” kata Gus Nur.

Editor : Taat Ujianto