• News

  • Peristiwa

Abu Janda: Umar Assegaf Yang Mulai Duluan, Aparat Yang Minta Maaf, Mental Inferior!

Mediasi antara satpol pp dan Habib Umar Assegaf.
Portal Islam
Mediasi antara satpol pp dan Habib Umar Assegaf.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyindir sikap anggota Satpol PP, Asmadi yang meminta maaf ke Habib Umar Abdullah Assegaf setelah keduanya cekcok hingga adu fisik beberapa hari lalu.

Abu Janda mengaku heran lantaran
Habib Umar yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan lebih dulu menyerang Asmadi, tapi yang meminta maaf justru anggota Satpol PP itu.

Hal tersebut disampaikan Abu Janda melalui video yang diunggah di akun Facebook dan Instagram-nya, Sabtu (23/5/2020). Dalam video itu, ia juga menampilkan aksi Habib Umar mendorong anggota Satpol PP dan  permintaan maaf petugas Satpol PP ke Habib Umar.

"Dia (Umar Assegaf) yang salah mulai duluan, aparat yang minta maaf. Sampai kapan bangsa ini mau punya mental inferior seperti ini?" katanya.
Abu Janda kemudian menjelaskan soal arti dari mental inferior. "Tau mental inferior? Rendah diri, tidak percaya diri. Lihat bule girang 'hei, excuse me mister!', lihat Arab doa 'subhanallah turunan nabi'. Hellaaaw tidak semua arab turunan nabi!" ujarnya.

Menurutnya, mental inferior membuat seseorang sulit mempertahankan sebuah kebenaran hanya karena merasa berhadapan dengan orang yang lebih hebat darinya, seperti yang ditunjukkan 
oleh anggota Satpol PP itu. "Benar, benar. salah, salah. Jangan benar malah minta maaf," sindirnya.

Lebih jauh, Abu Janda berpendapat, bangsa Indonesia tidak akan maju jika warganya bermental inferior dan tidak bangga dengan indentitas diri.

"Banggalah dengan identitasmu, bangga dengan bangsamu, baju daerahmu. Sampai kapan pun bangsa Indonesia tidak akan maju jika punya mental inferior rendah diri terhadap bangsa lain seperti ini. jika setuju," tegasnya.

"Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin," pungkas Abu Janda.

Sebelumnya, viral di media sosial video perseteruan antara Habib Umar Assegaf dan anggota Satpol PP, Asmadi.  Peristiwa itu terjadi di pos check point exit Tol Satelit, Surabaya pada Rabu (20/5/2020) sore.

Dalam video tersebut, terlihat Habib Umar memprotes hingga berkelahi dengan petugas Satpol PP ketika mobilnya dihentikan dan diminta putar balik karena melanggar PSBB.

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, Habib Umar dan Asmadi sepakat berdamai setelah dimediasi oleh pihak kepolisian. Video islah keduanya beredar luas di media sosial. Video itu juga diunggah di akun Twitter DPP Lembaga Informasi Front @dpplif dan @abubakarasegaf, Sabtu (23/5/2020).

"Alhamdulillah, Proses “ISLAH” antara Habib Umar Assegaf dg oknum Satpol PP Kota Sby, telah berjalan dg lancar, penuh suasana damai&akhir yg baik. Satu sama lain saling mengakui kesalahan&saling meminta maaf & memaafkan. (Berikut cuplikan video permohonan maaf dr oknum satpol PP)," tulis @abubakarasegaf.

"Islah antara Habib Umar Assegaf (Bangil) dg Oknum Satpol PP Surabaya, bersama rombongan dr Polda Jatim & Kapolres Pasuruan #Islah #akhirRamadhan," tulis @abubakarasegaf dalam unggahan video lainnya.

Dalam video itu, Asmadi meminta maaf kepada Habib Umar Assegaf sembari mencium tangan pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan itu.

“Saya meminta maaf yang sebesar- besarnya kepada Habib Umar bin Abdullah Assegaf. Pada saat itu saya khilaf, dan apa yang disampaikan Habib saya sedang kecapean, jadi saya sebagai manusia biasa, saya minta maaf dari hati yang paling dalam,” kata Asmadi.

Permintaan maaf Asmadi diterima Habib Umar bin Abdullah Assegaf. Keduanya kemudian berpelukan. Habib Umar terlihat mencium kening dan mengusap wajah Asmadi.

Setelah berpelukan, Habib Umar tampak membacakan doa dan diikuti oleh Asmadi, sejumlah aparat kepolisian dan beberapa orang lainnya

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani