• News

  • Peristiwa

Hendropriyono Minta Keturunan Arab Tak Buat Onar, Netizen: Ternyata Mayoritas Tak Dihargai

AM Hendropriyono
foto: istimewa
AM Hendropriyono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono, menjelaskan maksud ucapannya yang meminta warga negara Indonesia keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. Ia mengatakan ucapannya itu tidak bermaksud rasis.

Pernyataan Hendropriyono ternyata masih menjadi pergunjingan di media sosial. Akun Facebook @Bms Bali Property Minggu (24/5/2020) membagikan tautan dan dikomentari banyak netizen.

@Keysha: Singkir kan saja kadrun2

@Herman Ifat: Warga pribumi ambil sikap jgn mao diperbudak dgn warga keturunan araf

@Satriaman Putra: Ternyata bukan kaum Mayoritas yg paling di hargai di negri ini melainkan kaum2 turunan arab yyo...mirisnya negri ini


Sebelumnya diberitakan Tempo, menurut Hendro para WNI keturunan Arab kerap dihormati dan dimuliakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Ia mengimbau mereka yang mendapat kehormatan itu untuk sama-sama menjaga kondusifitas negara.

"Tolong lah kalau berada di posisi yang terhormat betul-betul bisa membawa rakyat dan masyarakat bangsa kita ini ke arah ketenangan, rasa terayomi, supaya enak beribadah, enak bekerja, enak nuntut ilmu, enak mencari makan, dan lain-lain," katanya usai menghadiri acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

Atas dasar itu Hendro meminta WNI keturunan Arab tidak mempengaruhi masyarakat untuk melakukan revolusi atau membuat onar.

Pasalnya ia menilai sebagian masyarakat Indonesia cenderung percaya penuh terhadap apa pun yang diucapkan WNI keturunan Arab itu.

Mantan Ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu  mengambil contoh WNI keturunan Arab karena melihat fenomena sosial yang ada.

Menurut Hendro tidak mungkin ia menggunakan masyarakat etnis Cina lantaran sedikit masyarakat yang menghormati dan mau mengikuti seruan mereka.

"Itu, kan, kalau masyarakat golongan Arab jelas, semua kita hormat ke sana. Saya minta supaya orang yang pada posisi itu mengerti lah," kata Hendropriyono.

Hendro menilai pihak-pihak yang menuduhnya rasis tidak memahami maksud ucapannya.

"Karena yang dibaca oleh orang-orang itu hanya kata-kata, tidak kalimat penuh."

Editor : Taat Ujianto