• News

  • Peristiwa

Larang Salat Id Kades Dihajar Warga, Netizen: Yang Muslim Tak Miliki Adalah Panjang Sabar

Kepala desa di Buol, Sulteng dikeroyok jemaah salat Idul Fitri.
Foto: Dok. istimewa
Kepala desa di Buol, Sulteng dikeroyok jemaah salat Idul Fitri.

BUOL, NETRALNEWS.COM - Kepala Desa Bulaguding, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Hamsah, dikeroyok warga karena melarang salat Idul Fitri berjemaah di masjid. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, kepala desa dan anggota linmas yang ikut dikeroyok saat ini sudah dirawat di RS.

Berita tersebut mendapat perhatian banyak kalangan warganet di media sosial. Alun Facebook @Suparti Tambuwun, Senin (25/5/2020) membagikan tautan dan berkomentar:

KEPALA DESA ITU DIKEROYOK KARENA HENDAK MELARANG SALAT ID BERJAMAAH DI WILAYAHNYA YG MASUK ZONA MERAH CORONA

@Marina Isdianti: Semoga segera sehat, dan pengeroyoknya diproses hukum, jangan damai damai lagi. Hukum harus ditegakkan.

@Gusti Kaka: Palingan jg damai setelah ini n keamanan meminta kepala Desa bersma aparatx utk minta maaf krn dianggap salah paham, soalx berhadapan dgn kelompok kebal hukum di republik ini.. Blm lg kl sdh ada embel2 turunan Nabi di depan nmx, yg salah jd benar n benar jd salah. ...

@Padang Gesta Formasi: Beragama seharusnya saling membawa kemudahan bukan jd pengeroyok, kasihan yg mengatur.

@Merry Pohan: Satu hal yg muslim tidak miliki adalah Panjang sabar... selalu emosian dan selalu teriak perang benar2 ganas dan tak memiliki ketenangan hati

Sebelumya dilansir Kumparan, Kades Hamsah, dikeroyok warga karena melarang salat Idul Fitri berjemaah di masjid. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, kepala desa dan anggota linmas yang ikut dikeroyok saat ini sudah dirawat di RS.

"Sekarang sudah dirujuk ke Rumah Sakit Buol," kata Ahmad dalam keterangannya, Minggu (24/5).

Sementara itu, Kapolsek Bunobogu Moh Hasby menjelaskan, Hamzah menderita sejumlah luka akibat insiden tersebut. Namun, ia memastikan, pihaknya sudah berhasil menenangkan warga sekitar.

"Kepala desa mengalami luka-luka," ucap Hasby.

Hasby menjelaskan, Hamsah melarang adanya Salat Id berjemaah di masjid atau lapangan karena daerah tersebut masih masuk zona merah penularan virus corona. Selain itu, tidak ada upaya paksa dalam insiden tersebut.

"Kami upayakan diskusi bersama warga, karena kesepakatan Gugus COVID-19 itu kalau zona merah dilarang beribadah seramai itu. Tapi ada warga yang langsung menyerang," lanjutnya.

Diketahui, saat itu Hamsah dan aparat lainnya tidak melakukan pembubaran paksa karena Salat Id sedang berlangsung. Mereka baru mencari imam dan penanggung jawab acara setelah proses Salat Id selesai.

Editor : Taat Ujianto