• News

  • Peristiwa

Fadli Zon Komentari Gelar Profesor Mahfud,Netizen: Gelar Profesor Tapi Otaknya di Dengkul!

Fadli Zon komentari gelar Profesor Mahfud, Netizen: Gelar Profesor tapi otaknya di dengkul!
Nusantara
Fadli Zon komentari gelar Profesor Mahfud, Netizen: Gelar Profesor tapi otaknya di dengkul!

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang menyebut angka kematian karena Covid-19 masih lebih kecil dari angka kematian kecelakaan lalu lintas membuat netizen murka. Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra

Fadli Zon mengaku kasihan dengan gelar profesor Mahfud karena bisa melontarkan pernyataan seperti itu.

“Sy kira P @mohmahfudmd bingung n kehabisan content mau ngomong apa lagi utk “membela” keadaan. Kasihan gelar profesornya,” kicau akun Twitter @fadlizon, dikutip Rabu (27/5/2020).

Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon juga ikut menanggapi soal pernyataan Mahfud Md.

“Ada aja. Aku pikir pendapat begini udah lama hilang. Ternyata masih ada dan diproduksi juga. Kecelakaan itu nular gak pak @mohmahfudmd ? Perlu PSBB gak? Membuat PHK gak? Sampai perlu buat Perpu agar defisit boleh lampaui 3 porsen gak? Dan lain lain,” tulis akun Twitter @jansen_jsp.

Sementara para netizen tak ketinggalan mengungkapkan kemarahannya. “Gelar Prof.....Otaknya didengkul!,” tulis @Syahlan8Syahlan.

“Menurut Prof Corona bukan virus tapi sejenis Esemka ...makanya membandingkannya dg kecelakaan lalu lintas,” sindir @FaoezyMirza.

“Astaghfirullah, Nyawa Rakyat begitu Sepele nya bagi si ProPesong itu
#NewNormalAdalahHerdImmunityTerselubung,” tulis @Faylasalle2.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Menkopolhukam Mahfud MD meminta publik tak takut berlebihan terhadap virus corona. Ia mengatakan, kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas justru lebih tinggi dibandingkan kematian akibat Covid-19.

 "Angka kematian karena kecelakaan lalu lintas itu sembilan kali lebih banyak dari corona," kata Mahfud dalam sambutannya di acara halal bihalal IKA UNS yang disiarkan di kanal YouTube Universitas Negeri Sebelas Maret, Selasa (26/5/2020).

"Maksud saya, saudara jangan anggap enteng corona, tetapi juga jangan takut betul," pungkas Mahfud.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani